Senin, 14 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

BBWS Didesak Bergerak Cepat Sikapi Plengsengan Ambrol

25 Januari 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wawali Achmad Rizal Zakaria bersama Satpol PP Kota melihat kondisi plengsengan Kali Sadar di Kuti yang ambrol terseret air.

Wawali Achmad Rizal Zakaria bersama Satpol PP Kota melihat kondisi plengsengan Kali Sadar di Kuti yang ambrol terseret air. (Sofan Kurniawan/Jawa Pos Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Kejadian ambrolnya plengsengan Kali Sadar memantik perhatian kalangan dewan. Wakil rakyat ini mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas gerak cepat menyikapi.

Ketua DPRD Kota Mojokerto Febriana Meldyawati, mengatakan, pihaknya telah mengetahui kondisi tersebut. Pihaknya kaget lantaran sebelum kejadian pihaknya pun telah mewanti-mwanti kondisi tanggul Kali Sadar kepada BBWS Brantas ketika digelar rapat dengar pendapat pada Senin (21/1) lalu.

’’Kejadian itu menjadi atensi kami. Mengingat sekarang ini curah hujan cukup tinggi. Sehingga, rawan terjadi erosi susulan di Kali Sadar,’’ ungkapnya, kemarin. Ia mengatakan, kejadian itu dimungkinkan terjadi lantaran melemahnya kondisi tanggul Kali Sadar.

Praktis, setelah dilakukan normalisasi Kali Sadar, tanggul mendapat kondisi berbeda. Sebelumnya, terdapat sedimentasi sungai yang mampu menghambat tekanan aliran air sungai ke tanggul. Namun, setelah normalisasi, aliran air sungai langsung menekan dinding tanggul yang telah berumur.

’’Karena melemahnya dinding tanggul yang tergerus aliran air sungai,’’ tandasnya. Pihaknya mengaku sudah meminta BBWS Brantas segera menyikapi kondisi tersebut. Lantaran, pengelolaan dan wewenang penanganan Kali Sadar berada di tangan BBWS Brantas yang berkantor di Surabaya.

’’Sudah kami minta BBWS menyikapi. Supaya ada pengecekan dan pembenahan di lokasi,’’ terang Melda seraya menyebutkan BBWS bersedia melakukan perbaikan sementara dengan sandbag lantaran debit air masih besar.

Wakil Ketua Junaedi Malik, menambahkan, perbaikan plengsengan tanggul yang ambrol wajib dilakukan secara maksimal. Dirinya juga mengusulkan perbaikan dengan sistem betonisasi agar kondisi tanggul kembali tangguh dan prima menghadapi musim penghujan. ’’Ke depan sangat diperlukan perbaikan tanggul dengan sistem site pile beton concentrate agar tanggul lebih kuat,’’ usulnya.  

Anggota Komisi II, Sonny Basuki, juga mengatakan, risiko plengsengan Kali Sadar ambrol terbilang nyata. Karena, sebelumnya dilakukan normalisasi atau pengerukan sedimentasi kali secara maksimal. Sehingga, sedimentasi efektif terangkat. Sehingga tanggul langsung menerima beban aliran sungai yang besar.

’’Kondisi plengsengan menggantung pasca normalisasi yang maksimum oleh BBWS,’’ cetus dia. Pihaknya juga menyatakan, kejadian serupa masih saja bisa terjadi. Mengingat sekarang ini curah hujan tinggi. Sehingga debit aliran sungai dapat meningkat tajam.

’’Mungkin akan terjadi pada plengsengan sekitar lagi jika arus air terus menerus kencang,’’ prediksi Sonny. Oleh sebab itu, Komisi II DPRD Kota Mojokerto mendorong BBWS Brantas segera mengambil langkah strategis pembenahan tanggul.

Itu diperlukan untuk menekan keresahan warga stren Kali Sadar. ’’Warga sekitar sungai tentu resah. Untuk itu, BBWS segera ambil langkah perbaikan,’’ desaknya.  

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia