Sabtu, 20 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Kehausan, Komplotan Pembobol ATM BCA Ngaku Curi Air Mineral

25 Januari 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Empat terdakwa pembobol ATM BCA saat keluar dari ruang sidang di Pengadilan Negeri Mojokerto.

Empat terdakwa pembobol ATM BCA saat keluar dari ruang sidang di Pengadilan Negeri Mojokerto. (Muh. Ramly/Jawa Pos Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Sidang kasus pembobolan ATM milik Bank Central Asia (BCA) di Indomaret Jalan Raya Bypass, Dusun Jatisumber, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto digelar di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. Kemarin (24/1) majelis hakim menghadirkan empat terdakwa yang masih dalam satu komplotan.

Di antaranya adalah Andik Pranoto, 35, warga Rusun Penjaringansari EB 210 Rungkut, Kota Surabaya; Irfan Feri Nugroho, 39, warga Rusun Penjaringansari EB 211, Rungkut, Kota Surabaya; Ratno, 38, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar; dan Yudianto, 44, warga Jalan Raya Penjaringan Timur, Kota Surabaya.

Dalam sidang pembuktian di ruang Tirta tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto mendatangkan satu saksi dari karyawan Indomaret, Reza Lutfi Fauzi. Di hadapan majelis hakim Reza memberikan kesaksian, saat kejadian tersebut dia baru mengetahui pada pagi hari sekitar pukul 07.00. Ketika masuk Indomaret, dia dikejutkan melihat mesin ATM BCA sudah dalam keadaan jebol.

Barang-barang di sekitar ATM juga berserakan. Dia juga melihat plafon Indomaret jebol. ”Yang jelas ATM-nya dibobol pakai alat las,’’ katanya dihadapan ketua majelis hakim Joko Waluyo. Dari kejadian tersebut, lanjut Reza, dia lantas melaporkan ke Polsek Trowulan. ”Untuk uang di ATM saya tidak tahu yang hilang berapa, tapi ada barang milik Indomaret yang hilang,’’ jelasnya.

Sementara terdakwa Andik Pranoto membantah penjelasan saksi. Dia mengaku tidak banyak mengambil barang milik Indomaret. Selain hanya mengambil satu botol air mineral merek Aqua. ”Saya hanya ambil satu botol saja, cuma itu,’’ jelasnya.

JPU Kejari Mojokerto Syarif Simatupang menegaskan pihaknya sependapat dengan keterangan saksi. Pasalnya, lanjut Syarif, keterangan yang diberikan Reza sudah sesuai dengan berita acara pemerikasaan (BAP). ”Mengenai jumlah uang yang hilang, kita tunggu sidang minggu depan dari penjelasan pihak BCA,’’ ujarnya.

Sebelumnya, pembobolan mesin ATM BCA terjadi dalam Indomaret di Jalan Raya Bypass, Dusun Jatisumber, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (20/10) lalu. Pelaku membuka paksa kotak uang di mesin ATM BCA tersebut menggunakan alat las. Dari aksi ini, empat komplotan pencuri berhasil membawa kabur uang tunai Rp 673 juta. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia