Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Features
Sisi Lain di Ruang Sidang Putusan MKP

Ikfina Fatmawati Terlihat Tegar, Istri Sejumlah Pejabat Pingsan

22 Januari 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Bupati Mustofa Kamal Pasa saat mendengarkan putusan sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo Senin malam (21/1).

Bupati Mustofa Kamal Pasa saat mendengarkan putusan sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo Senin malam (21/1). (Sofan Kurniawan/Jawa Pos Radar Mojokerto)

Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) menjalani sidang terakhir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Surabaya. Di momen itu, ruang sidang yang biasanya hanya berisi keluarga dan sederet loyalis, kemarin nampak berbeda.

SENIN malam (21/1), ruang sidang Cakra, Pengadilan Tipikor, Surabaya, di Sidoarjo, nampak sunyi. Puluhan orang yang berada di ruang sidang, sangat hening mendengar rangkaian kalimat yang dibacakan hakim.

Hanya sesekali saja terdengar bisikan luapan kaget dari para pengunjung. Semisal saat hakim membacakan ancaman hukuman yang tertuang dalam pasal 12 Undang-Undang 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. ’’Dipidana dengan penjara seumur hidup atau pidana paling ringan 4 tahun,’’ tegas majelis hakim, John Dista.

Mendengar kalimat ini, hampir seluruh kepala desa yang hadir di ruang sidang dan bergerombol,  nampak terhenyak. Mereka nampak tak paham dengan klausul persidangan dalam agenda pembacaan amar putusan.

Pun demikian saat ketua majelis hakim membacakan amar putusan. Hampir seluruh ruang sidang langsung hening. Handphone pun dinyalakan dan ramai-ramai merekam. ’’Wah, wah, wah. Berat ya,’’ celetuk salah satu kades.

Di barisan paling depan, Ikfina Fatmawati duduk didampingi keluarga dan sejumlah kepala desa perempuan. Ikfina nampak tegar dengan putusan tersebut. Tak seperti istri-istri sejumlah pejabat yang seringkali pingsan saat mendengar putusan hukuman suaminya. Ikfina nampak berbeda.

Ikfina berusaha mengejar suaminya saat sidang berakhir. Namun, kebiasaan menggandeng suaminya dari dalam ruang sidang, tak tersampaikan. MKP langsung digandeng dua pengawal KPK dan satpam pengadilan serta langsung dimasukkan ke mobil tahanan. MKP tak diberikan waktu sedetik pun untuk bertemu dengan keluarga dan para loyalisnya.

Ikfina dan para kades ini hadir di persidangan sejak pagi. Sekitar pukul 09.00, mereka sudah berkumpul di kantin yang berada di belakang gedung Tipikor. Mereka terus bertahan meski sidang akhirnya digelar usai salat Magrib.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Mojokerto, Supoyo, mengaku, kehadiran para kades itu hanya memberikan suntikan moril ke MKP. Bukan untuk tujuan yang lain. ’’Kami ini hanya memberikan support. Kami tidak bisa apa-apa selain itu,’’ katanya singkat.

Di mata para kades, MKP memang dikenal sebagai seorang bupati yang apik. Memiliki visi-misi yang jelas dalam proses pembangunan. Ya, selama pemerintahan Kabupaten Mojokerto di bawah kepemimpinan MKP, pembangunan infrastruktur terus digeber.

Bahkan, Bantuan Keuangan (BK) Desa terus digelontor ke desa-desa yang memiliki potensi untuk berkembang.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia