Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Gara-gara Tersinggung, Tikam Dua Pemuda dengan Pisau

22 Januari 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas melakukan olah TKP kasus penikaman dua korban di jembatan Desa Perning, Kecamatan Jetis., Kabupaten Mojokerto.

Petugas melakukan olah TKP kasus penikaman dua korban di jembatan Desa Perning, Kecamatan Jetis., Kabupaten Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Hari-hari Agus, 24, warga Desa Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto kini dihabiskan di balik sel tahanan polisi. Dia ditangkap Unitreskrim Polsek Jetis setelah diduga terlibat kasus penusukan terhadap dua pemuda yang tak lain adalah tetangga sendiri.

Dua korban itu adalah Adi, 25, dan Faisal, 25. Keduanya mengalami luka tusuk benda sajam berupa pisau di bagian pinggang kiri, dan satu korban mengalami tikaman di dada kiri atas. Kasubbaghumas Polresta Mojokerto Iptu Katmanto, mangatakan, pelaku berhasil diamankan Unitreskrim Polsek Jetis di rumahnya pada Selasa lalu (15/1).

Tidak ada perlawanan. Meski awalnya pelaku mengelak, namun akhirnya dia mengakui perbuatannya. "Dalam BAP (berita acara pemeriksaan) pelaku memang mengakui perbuatannya," katanya kemarin.

Kendati demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif yang sebenarnya. Namun, dugaan sementara, motif penusukan itu diduga karena sakit hati setelah sebelumnya pelaku diejek oleh korban. "Apa pun alasannya, ini penganiayaan. Apalagi disertai penusukan dengan benda sajam. Itu sudah masuk ranah tindak pidana dan tidak dibenarkan," bebernya.

Katmanto menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Minggu (13/1) di Dusun Sidogede, Desa Perning, Kecamatan Jetis. Mulanya, sekitar pukul 23.00 WIB kedua korban sedang  berkumpul bersama seperti biasa untuk menikmati malam mingguan di depan rumah kosong.

Di tengah asyik berkumpul, tiba-tiba melintas di depan korban. Seperti pada umumnya, untuk menghormati orang yang sedang duduk, korban bilang permisi. Namun, niat baik pelaku malah dapat perlakuan tak baik dari korban. "Korban malah melontarkan kalimat tak pantas yang membuat pelaku tersinggung," katanya.

"Saat itu tersangka tidak menghiraukan," tambahnya. Namun, diam-diam Agus masih menaruh dendam. Saat Faisal meninggalkan pos kamling mau ke kampung mengendarai sepeda motor, mendadak dia dihentikan oleh pelaku. Merasa nyawanya terancam, Faisal kembali memanggil teman-temannya.

Kedua kelompok itu lantas bertemu di jembatan. Cekcok mulut juga terjadi. "Karena sama-sama tak mau mengalah, kedua kelompok terlibat perkelahian," imbuh Katmanto. Ironisnya, di tengah tantangan pelaku, diam-diam ternyata dia menyiapkan pisau dapur. Tersangka yang mengeluarkan pisau dari balik kausnya lantas menyabetkan pisau ke arah para korban.

Dalam peristiwa ini, dua orang mengalami luka tusuk. Adi mengalami tusukan di punggung kiri, dan Faisal mengalami tikamam di dada kiri atas. Spontan hal itu membuat kedua korban tersungkur. Keduanya mengalami pendarahan hebat.

"Melihat kedua korban tumbang, tersangka langsung melarikan diri," tandasnya. Untuk pertolongan pertama,  kedua korban lantas dilarikan ke Puskesmas Jetis. Karena lukanya cukup parah, oleh petugas medis, mereka kemudian dirujuk ke RSUD Gedeg untuk mendapat pengobatan.

Sementara itu, warga yang mengetahui segera melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Jetis. Bermodal keterangan saksi dan korban, polisi bergerak cepat. Selang dua hari kemudian pelaku ditangkap di rumahnya. Sejumlah barang bukti ikut diamankan. Di antaranya, tiga pakaian milik dua korban yang kondisinya robek dan terdapat bercak darah.

Sementara pisau dapur yang digunakan pelaku menusuk korban sedang dalam pencarian. "Hasil pengakuan pelaku, pisaunya dibuang ke sungai setelah kejadian penusukan," pungkasnya. Sejauh ini petugas masih melakukan pendalaman adanya keterlibatan pelaku lain.  

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia