Selasa, 12 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Dilarang Bermain, Asa Pemain Semipro Pupus

18 Januari 2019, 19: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Para pemain Porprov Kabupaten Mojokerto menjalani latihan rutin di Stadion Gajah Mada Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Para pemain Porprov Kabupaten Mojokerto menjalani latihan rutin di Stadion Gajah Mada Mojosari, Kabupaten Mojokerto. (Askab PSSI for Jawa Pos Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Harapan besar yang diusung skuad tim porprov Kabupaten Mojokerto untuk bisa memainkan pemain berkualitas tinggi rupanya harus dikubur dalam-dalam.

Pasalnya, pemain semipro yang digadang-gadang bakal mengisi tim utama porprov secara resmi dilarang bermain di perhelatan olahraga terbesar se-Provinsi Jatim itu.

Larangan tersebut setelah Asprov Jatim menggelar technical meeting (TM) di Kantor KONI Jatim kemarin. Yang menghasilkan sejumlah poin tentang syarat-syarat pemain dan tim yang boleh diterjunkan di ajang empat tahunan itu. Salah satunya larangan tim daerah memainkan pemain berstatus profesional dan semi profesional.

’’Terpaksa kita memakai pemain yang sudah ikut seleksi kemarin. Kita tidak akan menambah maupun mengurangi komposisi pemain lagi,’’ ungkap Nono Strihartowo, pelatih tim porprov Kabupaten Mojokerto.

Sebelumnya, Askab PSSI Mojokerto sempat memberikan harapan terhadap talenta muda Mojokerto yang berkiprah di klub profesional. Termasuk tiga pemain usia di bawah 16 tahun yang sempat membela Perserui Serui di kompetisi U-16 musim 2018 kemarin.

Kualitas permainan mereka dinilai cukup tangguh dan mumpuni untuk membela Mojokerto di level provinsi. Bahkan, melebihi kualitas senior-seniornya yang berusia 18 sampai 20 tahun.

Sehingga digadang-gadang dapat bergabung bersama sejak awal pembentukan dua bulan lalu. Akan tetapi, asa tersebut harus pupus di tengah jalan setelah Asprov Jatim memutuskan kompetisi porprov hanya boleh diikuti pemain amatir. Alias pemain yang belum pernah terikat kontrak dengan tim profesional.

’’Mereka memang masih muda dan belum megikuti kompetisi profesional. Akan tetapi, karena tercatat bergabung di tim profesional, mau nggak mau status mereka juga menjadi pemain semiprofessional,’’ tambahnya.

Atas hasil tersebut, Nono pun hanya bisa memaksimalkan 24 pemain yang sudah terbentuk sejak November lalu. Di mana, mereka terdiri dari campuran pemain dari klub internal usia 18 tahun, serta beberapa pemain dari klub Liga 3 yang sempat bermain di musim 2018 kemarin.

Selama dua bulan masa persiapan, Nono mengaku belum bisa menerapkan program latihan dengan efektif. Persoalan itu tak lepas dari kendala pemain yang banyak terbentur oleh persoalan studi.

Sehingga pola latihan seperti berjalan separo-separo dan kurang terstruktur layaknya persiapan tim di daerah-daerah lain. ’’Mulai minggu depan mungkin kita akan memperketat proses latihan untuk menghadapi pra-porprov,’’ pungkasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia