Selasa, 18 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment
Perjalanan Sejarah Sepak Bola Mojokerto

Berdiri Federasi MOVU, Gulirkan Kompetisi Antarklub

17 Januari 2019, 19: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Lapangan Penggreman, Kecamatan Kranggan yang dulu menjadi arena bergulirnya kompetisi antarklub di Mojokerto.

Lapangan Penggreman, Kecamatan Kranggan yang dulu menjadi arena bergulirnya kompetisi antarklub di Mojokerto. (Rizal Amrulloh/Jawa Pos Radar Mojokerto)

Mojokerto menjadi salah satu kota yang memiliki sejarah panjang perjalanan olahraga sepak bola. Di Kota Onde-Onde telah ada beberapa klub yang berdiri sejak zaman penjajahan Belanda.

Selain itu, juga dibentuk sebuah federasi yang menakhodai bergulirnya kompetisi antarklub daerah. Adalah Modjokertosche Voetbal Unie (MOVU) yang menjadi embrio lahirnya Persatuan Sepak Bola Mojokerto (Persem).

SEJARAWAN Mojokerto Ayuhanafiq menceritakan, tidak banyak sumber yang mencatat tentang riwayat lahirnya Persem. Perjalanan sejarah berdirinya klub resmi sepak bola di Mojokerto dimulai sejak hampir satu abad silam. Adalah Mojokerto Voetbal Club (MVC) yang menjadi klub sepak bola pertama di Mojokerto. ’’MVC berdiri tahun 1920,’’ ungkapnya.

Setelah itu, roda perjalanan sepak bola terus bergulir. Beberapa kesebelasan juga mulai didirikan. Dia membeberkan, pada Desember 1936 diadakan pertemuan antarklub sepak bola di Mojokerto. Rapat itu dihadiri oleh empat klub. Antara lain, MVC, Modjopahit Voetbalbond, HCTNH, dan Veld Politie Voetbal Club. ’’Pertemuan itu membahas perlu dibentuknya wadah bersama antarklub sepak bola Mojokerto,’’ ujarnya.

Pria yang akrab disapa Yuhan ini, mengatakan, pertemuan itu dipimpin oleh F. Schwab yang saat itu memiliki gagasan pembentukan organisasi baru. Didirikannya organisasi itu bertujuan menggantikan Modjokertosche Voebalbond (MVB) yang menjadi federasi sepak bola pertama di Mojokerto.

Saat itu, rapat dimaksudkan untuk mengakomodir klub sepak bola pribumi, yaitu Modjopait Voetbalclub. Sebab sebelumnya, dalam organisasi MVB hanya diisi oleh anggota klub MVC dan HCTNH. Yang notabene merupakan klub Belanda dan keturunan Tionghoa saja.

Setidaknya, organisasi tersebut telah ada mulai tahun 1930 yang dipimpin oleh NGJ. Wildeboer dan Ong Khing Liem. Pada pada akhir Januari 1931, MVB sempat menggelar rapat tahunannya. F. Schwab yang berposisi sebagai sekretaris MVB ingin adanya perluasan keanggotaan pada semua klub yang ada.

Ide itu kemudian diutarakan F. Schwab pada 1934 dan menjadi wacana pegiat sepak bola Mojokerto. Langkah selanjutnya, F. Schwab mengirimkan proposal pendirian federasi sepak bola Mojokerto kepada masing-maaing klub yang ada. Proposal tertanggal 11 November 1936 itu sebagai acuan atas gagasan pembentukan federasi yang diinginkan.

Setelah proposal dipelajari, mayoritas setuju dengan ide tersebut. ’’Keputusan pendirian federasi baru itu diberi nama MOVU (Modjokertosche Voetbal Unie),’’ ujarnya.

Sehingga MOVU resmi menjadi organisasi yang mewadahi klub sepak bola Mojokerto. Federasi itu yang kemudian memfasilitasi bergulirnya kompetisi antarklub.

Kemudian dibentuklah kepengurusan MOVU yang terdiri dari lima orang. Dia menyebutkan, sesuai hasil pemilihan, ditetapkan F. Schwab sebagai ketua federasi.Sementara anggotanya adalah H. Scipio perwakilan dari MVC , Johan dari Vitesse , Roeslanadi dari Modjopahit, dan Tan Liep To mewakili HCTNH. ’’Tapi susunan kepengurusan tidak berlangsung lama, karena Ketua MOVU (F. Schwab, Red) meninggal dunia,’’ tandasnya. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia