Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Disapu Angin, Perpustakaan SDN di Mojokerto Ambruk

12 Januari 2019, 03: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Bangunan perpustakaan SDN Wunut 2, Kecamatan Mojoanyar, mengalami kerusakan berat akibat tersapu angin kencang.

Bangunan perpustakaan SDN Wunut 2, Kecamatan Mojoanyar, mengalami kerusakan berat akibat tersapu angin kencang. (Nisa for Jawa Pos Radar Mojokerto.)

MOJOKERTO – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Mojokerto kembali mengakibatkan kerusakan bangunan. Kali ini menimpa gedung perpustakaan di SDN Wunut 2, Kecamatan Mojoanyar. Atap bangunan ambruk tersapu angin kencang.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (10/1). Hujan deras disertai angin kencang membuat perpustakaan mengalami rusak berat. Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto dinding dan jendela mengalami kerusakan. Bahkan atap terlihat ambruk tersapu. Beruntung tidak ada korban jiwa dari kejadian itu.

Wakil Kepala SDN Wunut 2 Mistiamah, menngungkapkan, ambruknya atap perpustakaan saat tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah. Seluruh siswa dan guru sudah pulang. ’’Kejadianya Kamis (10/1) sore,’’ ujarnya.

Menurutnya, kerusakan itu juga tidak sampai mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa. Jumat (11/1) kemarin, aktivitas KBM tetap berlangsung seperti biasanya. Hanya saja, pihak sekolah mengimbau siswa agar tidak mendekati gedung perpustakaan.

Sebenarnya, bangunan perpustakaan itu memang telah mengalami kerusakan. Sehingga sudah tidak digunakan sejak tahun 2018 lalu. Namun, kondisi itu diperparah pasca terempas hujan deras dan angin kencang lusa lalu. Karena itu pihak sekolah memanfaatkan gedung lain yang lebih aman untuk perpustakaan.

Ditambahkannya, pihak sekolah sebenarnya sudah melaporkan kerusakan tersebut kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto. Namun, dirinya mengaku belum mendapatkan tanggapan sampai saat ini.

’’Pihak sekolah telah mengajukan permohonan pembangunan gedung tersebut pada tahun 2018. Tapi belum ditindak lanjuti,’’ paparnya. Mistianah berharap, gedung yang kondisinya rusak itu segera diprioritaskan untuk dilakukan perbaikan.Selain demi keamanan, juga agar bisa difungsikan kembali menjadi sarana perpustakaan sekolah.

Tak hanya itu, angin kencang juga merusak sejumlah rumah warga di Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar. Seperti yang dialami Susi, beberapa genting rumahnya ikut terbawa angin kencang.

Kondisi lebih nahas lagi menimpa warung milik Suwito, 58. Bangunan semipermanen miliknya rata dengan tanah. Beberapa pohon besar di sekitarnya juga tumbang. ’’Hujan deras disertai petir dan angin kencang membuat warung saya hancur,’’ ungkapnya. (nis)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia