Selasa, 12 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Nongkrong dan Main Game Online, Sepuluh Pelajar Terjaring Razia

10 Januari 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wali Kota Ika Puspitasari (dua dari kanan) didampingi Kepala Dispendik Amin Wachid melakukan pembinaan pelajar yang terjaring razia di Kantor Satpol PP Kota Mojokerto.

Wali Kota Ika Puspitasari (dua dari kanan) didampingi Kepala Dispendik Amin Wachid melakukan pembinaan pelajar yang terjaring razia di Kantor Satpol PP Kota Mojokerto. (Khudori Aliandu/Jawa Pos Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Menjumurnya pelajar bolos di Kota Mojokerto mendorong satpol PP gencar melakukan razia dan penertiban. Kamis pagi (10/1) polisi penegakan peraturan daerah (perda) ini giliran menjaring sepuluh pelajar tingkat SMP dan SMA.

Penertiban ini mengundang perhatian Wali Kota Ika Puspitasari (Ning Ita) dan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Amin Wachid. Keduanya nampak hadir ke kantor satpol PP untuk menggali keterangan dan melakukan pembinaan secara langsung. 

Mereka diduga kedapatan sedang membolos sekolah. Para pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah putih abu-abu ini terjaring razia ketika nongkrong di warung kopi, hutan kota, dan bermain game online. Petugas turut menyita beberapa barang bukti. Di antaranya, smartphone, rantai, hingga perlengkapan sekolah.

Razia rutin ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Menggunakan kendaraan dinas terbuka, petugas mulai menyisir di lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magerari. Di sebuah warung kopi, korsp berseragam cokelat ini mendapati lima pelajar nongkorong. Mereka diketahui berstatus siswa SMKN 1 Mojokerto, dan masih mengenakan seragam lengkap.

Penyisiran kemudian berlanjut di belakang SMPN 5 Kota Mojokerto, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. Di sepanjang jalan rindang belakangan menjadi jujukan favorit pelajar bolos itu, petugas juga mendapati dua pelajar asyik nongkrong.

Melihat kedatangan petugas, dua pelajar SMP berusaha kabur menghindari razia. Namun, mereka tak bisa berkutik setelah petugas berhasil menghadang. FF yang kedapatan nongkrong bersama SN, pelajar SMPN 1 Sooko, itu akhirnya tertangkap. "Saya takut. Makanya lari," ungkap FF, pelajar kelas VII MTs Mangelo, Desa/Kecamatan Sooko.

Berikutnya, sejumlah pelajar kembali ditemukan di warung internet (warnet). Masing-masing, dua pelajar SMPN 5 di Jalan Muria dan satu pelajar terjaring di warung Bajos Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon.

Kesepuluh pelajar tersebut lantas dibawa ke Kantor Satpol PP di Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. ”Kami harap, melalui rutin razia ini membuat kalangan pelajar jera dengan tidak membolos lagi saat jam-jam sekolah,” ungkap Kasatpol PP Kota Mojokerto Heriyana Dodik Murtono. ”Langkah pembinaan akan terus kami lakukan, tetap bekerja sama dengan dinas pendidikan pihak-pihak terkait,” pungkasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia