Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Panggil Tukang Bengkel, Pelanggar Ganti Ban Standar di Kantor Polisi

10 Januari 2019, 03: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pengendara yang melanggar spesifikasi mengganti ban sesuai standar di Mapolresta Mojokerto, Selasa (9/1).

Pengendara yang melanggar spesifikasi mengganti ban sesuai standar di Mapolresta Mojokerto, Selasa (9/1). (Khudori Aliandu/Jawa Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Operasi Lilin Semeru yang sebelumnya digencarkan Polresta Mojokerto pada tahun baru 2019 ini menyisahkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap tertib berlalu lintas.

Bagaiaman tidak, halaman Mapolresta Mojokerto kini menjadi bengkel dadakan. Banyak pengendara yang mengambil motornya yang terkena tilang. Bahkan, mereka harus memanggil jasa bengkel untuk mengembalikan kondisi kendaraannya sesuai sepesifikasi.

Seperti yang dialami Zulfa, warga Magersari, Kota Mojokerto. Dia terpaksa memanggil jasa bengkel untuk mengembalikan sepeda motornya sesuai SNI. ’’Mau bongkar sendiri tidak bisa. Selain itu juga tidak punya alatnya,’’ katanya ditemui di halaman mapolresta, Selasa (9/1).

Pemilik kendaraan memanggil jasa bengkel untuk mengembalikan kondisi kendaraannya sesuai sepesifikasi di Mapolresta Mojokerto.

Pemilik kendaraan memanggil jasa bengkel untuk mengembalikan kondisi kendaraannya sesuai sepesifikasi di Mapolresta Mojokerto. (Khudori Aliandu/Jawa Pos Radar Mojokerto.)

Menurutnya, sepeda motor Yamaha Vixion terpaksa mendekam di mapolresta setelah ditilang petugas satlantas. Kondisinya tidak standar. Selain menggunakan ban kecil, sepeda modif tersebut juga tidak dilengkapi spion dan pelat nomor. ’’Alasan ditahan juga karena menggunakan knalpot brong,’’ tambahnya.

Hal yang sama juga dialami Sofyan. Sepeda motor Honda Beat miliknya juga ditahan sejak Desember 2018 lantaran menggunakan ban kecil. ’’Jadi, sudah satu tahun. Sekarang baru saya ambil,’’ celetuknya.

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Mojokerto, Ipda Safiq Jundhira, mengatakan, setidaknya ada 17 unit kendaraan roda dua yang diamankan pada Operasi Lilin Semeru 2018 lalu. Baik penggunaan ban kecil maupun knalpot brong. Hal itu melanggar Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sesuai pasal pasalnya 285 tentang kelengkapan.

Sehingga, jika pemilik hendak mengambil kendaraannya, diharuskan mengganti sesuai standarnya. ’’Nah kalau sudah diganti standar, motor bisa diambil kembali dengan menunjukkan STNK,’’ ungkapnya.

Kasatlantas Polresta Mojokerto AKP Kadek Oka Suparta, menambahkan, untuk ban kecil sejak sebelum perayaan tahun baru sudah menjadi target petugas. Selain karena melanggar aturan, sifatnya membahayakan. ’’Kemungkinan besar bisa kecelakaan karena tidak standar,’’ katanya.

Sebaliknya, untuk penggunaan knalpot brong, lebih pada menggangu ketertiban umum. Bahkan, bisa memicu gesekan antarpengguna jalan lantaran mengeluarkan suara bising. Tak urung, sebagai upaya, sejauh ini petugas terus menggandeng komunitas otomotif di wilayah hukumnya.

Tujuannya diajak sadar tertib berlalu lintas, sekaligus sebagai pelopor keselamatan di jalan raya. ’’Karena pada umumnya yang suka modifikasi lebih ke remaja, orang tua sudah tidak hobi,’’ pungkasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia