Selasa, 12 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Tidak Terdaftar di BDT, Peserta KIS-PBI Kota Dicoret

09 Januari 2019, 16: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

llustrasi

llustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Sejumlah warga Kota Mojokerto dicoret dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) BPJS Kesehatan.

Mereka adalah penerima program Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah pusat. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mojokerto Sri Mujiwati, mengatakan, jumlah penerima KIS-PBI nasional di Kota Mojokerto tahun ini terpangkas. Hal itu lantaran pemerintah pusat melakukan pencoretan peserta.

Menurut Mujiwati, dihapusnya penerima KIS-PBI tersebut disebabkan karena peserta tidak masuk dalam basis data terpadu (BDT). ”Banyak yang tidak masuk BDT. Akhirnya dinonaktifkan dari pusat,” terangnya Selasa (8/1).

BDT merupakan sistem data elektronik yang memuat data diri dan keterangan dasar sosial ekonomi masyarakat. Data tersebut menjadi acuan utama dalam penetapan sasaran program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan.

Saat ini, seluruh penerima program bantuan sosial (bansos) diwajibkan terdaftar dalam BDT. Termasuk bagi penerima KIS-PBI yang berasal dari APBN. Tahun ini, kuota penerima KIS-PBI dijatah dari pemerintah pusat sebanyak 30 ribu jiwa. ”Tapi, daftar BDT kami hanya 24 ribu (jiwa),” terangnya.

Dengan demikian, pihaknya harus melakukan verifikasi dan validasi untuk memastikan warga kategori ekonomi tidak mampu untuk diusulkan masuk BDT. ”Sebenarnya kuota (KIS-PBI) tahun ini masih tetap 30 ribu orang. Tapi, karena banyak yang dicoret, berkurang menjadi 29 ribuan orang yang menerima,” tandasnya.

Dengan begitu, sekitar seribu lebih warga kini tidak lagi bisa menikmati jaminan kesehatan BPJS Kesehatan. Meski demikan, lanjut Mujiwati, warga masih berkesempatan untuk dapat di-cover melalui program KIS-PBI daerah.

Pasalnya, Kota Onde-Onde telah menjadi daerah dengan capaian universal health coverage (UHC). Artinya seluruh penduduk kota dijamin untuk didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan. ”Jadi yang kemarin dicoret kita kasih rekom untuk ke Dinas Kesehatan agar bisa masuk KIS-PBI daerah,” paparnya.

Saat ini, dari 143.515 jiwa jumlah penduduk di Kota Mojokerto, sebanyak 95,89 persen atau sekitar 137.623 warga telah ter-cover BPJS Kesehatan. Dari jumlah tersebut, 29.424 warga di antaranya terdaftar sebagai peserta KIS-PBI nasional.

Sementara itu, 53.518 KIS-PBI daerah yang yang iuranya ditanggung oleh Pemkot Mojokerto. Dengan demikian, masih tersisa 5.892 warga yang belum mengantongi BPJS Kesehatan. Muji menambahkan, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi agar bisa menjadi peserta KIS-PBI daerah. Salah satunya adalah harus penduduk asli kota.

”Kami hanya merekom bahwa warga layak untuk menerima KIS, soal persyaratannya itu di Dinkes nanti ada aturan sendiri,” pungkasnya. Dia memastikan, seluruh warga yang mendapatkan bantuan pangan non tunas (BPNT) akan secara otomatis juga menerima KIS-PBI. Pasalnya, penerima BPNT merupakan warga yang tergolong kategori miskin dan rentan miskin. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia