Rabu, 17 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Kejaksaan Tahan Mantan Direktur PDAM Maja Tirta

09 Januari 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Mantan Direktur PDAM Maja Tirta Kota, Trisno Nurpalupi, duduk di mobil tahanan yang membawanya ke Lapas Mojokerto, Selasa (8/1).

Mantan Direktur PDAM Maja Tirta Kota, Trisno Nurpalupi, duduk di mobil tahanan yang membawanya ke Lapas Mojokerto, Selasa (8/1). (Sofan Kurniawan/Jawa Pos Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Mantan Direktur PDAM Maja Tirta, Kota Mojokerto, Trisno Nurpalupi, ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto, kemarin petang.

Ia menjadi tersangka tunggal dalam kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal dengan kerugian negara tembus Rp 1 miliar. Penahanan Direktur PDAM periode 2013-2017 ini setelah menjalani pemeriksaan selama enam jam. Ia diperiksa secara intensif sejak pukul 09.00 dan ditetapkan menjadi tersangka pukul 15.00.

Tepat pukul 16.30, Trisno dengan menggunakan rompi oranye dan tangan terborgol, digelandang ke mobil tahanan kejaksaan. Dikatakan Kasi Intelijen Kejari Kota Mojokerto Barkah Dwi Hatmoko SH, Trisno ditahan dan dititipkan di Lapas kelas II B Mojokerto, Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto.

’’Tersangka kami lakukan penahanan selama 20 hari ke depan,’’ jelasnya. Trisno ditetapkan menjadi tersangka setelah penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup kuat atas keterlibatannya terhadap pengelolaan dana penyertaan modal Pemkot Mojokerto di PDAM Maja Tirta periode 2013 hingga 2015.

Selama tiga tahun itu, PDAM Maja Tirta mendapat gerojokan dana total Rp 12 miliar. Dengan rincian, tahun 2013 senilai Rp 5 miliar, tahun 2014 sebesar Rp 2 miliar, dan tahun 2015 senilai Rp 5 miliar.

Pengelolaan dana bantuan sebesar itu, rupanya dilakukan secara serampangan. Hatmoko menjelaskan, banyak anggaran yang digunakan tanpa mengacu prosedur perusahaan milik daerah. Yakni, tidak sesuai dengan rencana strategis bisnis (renstrabis), proposal hingga rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP).

Hatmoko menjelaskan, PDAM di bawah kepemimpinan Trisno selama lima tahun, juga terdapat penggunaan dana kas PDAM yang tak sesuai aturan. Akibatnya, negara dirugikan sangat besar. ’’Total kerugian negara sebesar Rp 1 miliar,’’ tegas dia.

Penyidik menilai, kebijakan Direktur PDAM ini telah melanggar pasal 2 ayat (1) 3 juncto pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun penjara dan denda minimal Rp 200 juta. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia