radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Banyak Pengendara Berhenti di Jalur Tengkorak Cangar-Pacet

08 Januari 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pengendara motor berhenti tepat di depan jalur penyelamat di turunan Gotekan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Pengendara motor berhenti tepat di depan jalur penyelamat di turunan Gotekan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. (Abe Arsyad/Jawa Pos Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Jalur penyelamat di Gotekan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, selalu menjadi tumpuan para pengguna jalan yang mengalami rem blong dari arah Cangar. Tak jarang jalur penyelamat dari sekam itu disasar pengendara dari atas.

Namun, keberadaan dan fungsi jalur belum sepenuhnya dipahami pengendara. Terutama yang melaju dari bawah atau dari arah Mojokerto menuju Cangar. Kerap ada pengguna jalan berhenti di zona berbahaya atau jalur tengkorak. Dikhawatirkan, mereka akan menjadi sasaran kendaraan dari arah Cangar yang mengalami rem blong.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, tak jarang pengendara berhenti tepat di depan jalur penyelamat turunan Gotekan. Mereka tidak sadar bahwa di lokasi mereka berhenti adalah zona berbahaya. Ditakutkan para relawan ketika sewaktu-waktu ada kendaraan dari atas yang mengalami rem blong.

Sehingga, pemotor yang berhenti tepat di jalur penyelamat disasar.’’Biasanya yang berhenti itu adalah menunggu temannya dari arah Mojokerto,’’ unkap Mustofa, salah satu relawan Mojokerto. Menurutnya, hal itu sangatlah berbahaya.

Karena, kejadian kendaraan blong itu sewaktu-waktu dan tak terduga bisa terjadi. Memang sebelum tikungan Gotekan itu tidak ada papan larangan berhenti. Relawan mengharapkan agar sebelum tikungan Gotekan tersebut diberi papan larangan berhenti.

Hal itu agar pengendara tidak berhenti di zona berbahaya tersebut. Paling tidak, untuk upaya antisipasi agar kejadian tak diinginkan bisa dihindari. ’’Saat ini relawan yang ngepam di lokasi sering meningatkan para pengendara yang berhenti di zona berbahaya tersebut,’’ pungkasnya. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia