Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

55 Pengantin Putri Menikah dalam Kondisi Sudah Hamil

07 Januari 2019, 21: 17: 38 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (JawaPos.Com/Jawa Pos Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Di sepanjang tahun 2018 lalu, diam-diam masih menyisakan fenomena sosial yang mengejutkan.

Tercatat sebanyak 55 pasangan pengantin putri ”terpaksa” dinikahkan oleh orang tua mereka dalam usia dini karena sudah dalam kondisi berbadan dua alias hamil duluan.

Rata-rata usia pengantin putri ini diketahui masih 20 tahun ke bawah. Mereka yang dinikahkan tersebut berasal dari Kabupaten dan Kota Mojokerto.

Humas Pengadilan Agama (PA) Mojokerto Sofyan Zefry mengatakan, di balik 55 pernikahan usia dini tersebut memang karena terdapat alasan-alasan tertentu. Salah satunya akibat pasangan perempuan diketahui telah hamil duluan atau sudah mengandung sebelum menikah.

”Rata-rata usia kehamilan perempuannya antara lima sampai tujuh bulan. Itu usia kehamilan paling tua,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto Senin (7/1).

Fenomena tersebut muncul setelah PA Mojokerto menerima pengajuan dispensasi pernikahan dini dari pihak calon pasangan pengantin. Baik dari keluarga calon mempelai perempuan atau laki-laki.

”Dispensasi ini lebih pada mempertimbangkan aspek sosial dan keagamaan. Utamanya, terhadap masa depan bayi yang dikandungnya saat lahir nanti,” paparnya.

Dia menyebutkan, memang, banyak faktor lain yang memprihatinkan di saat mereka mengajukan permohonan dispensasi pernikahan dini. Meski disadari usia calon pengantin ini adalah di bawah 20 tahun.  

Di antaranya karena akibat pergaulan bebas dan melakukan hubungan suami istri di luar nikah. Hingga akhirnya pasangan perempuan dinyatakan positif hamil, bahkan sudah mengandung beberapa bulan.

”Fenomena ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Semoga di tahun-tahun mendatang perkaranya bisa ditekan lagi,” tandasnya. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia