radarmojokerto
icon featured
Sambel Wader
Menggali Potensi Wisata Air Mojokerto (2)

Kuliner Ikan Air Tawar dan Pasar Apung

06 Januari 2019, 23: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Direktur Jawa Pos Radar Mojokerto, Andung A. Kurniawan.

Direktur Jawa Pos Radar Mojokerto, Andung A. Kurniawan. (Nadzir/Jawa Pos Radar Mojokerto)

POTENSI yang ada di sepanjang bantaran sungai di wilayah barat Kota Mojokerto itu seakan memberikan gambaran berbagai hal yang bisa dilakukan untuk mengembangkan kawasan tersebut.

Mulai wisata hutan kota, perikanan khas air tawar, edukasi tentang sungai, arena pancing terpanjang, kuliner di atas perahu, bahkan bisa juga diadakan pagelaran musik di tepi sungai.

Semangat yang dibawa Cak Rizal dan Mas Supriyadi saat menelusuri potensi wisata air, bisa menjadi pemicu bahkan bisa mengangkat Mojokerto sebagai ikon wisata tersendiri. Wisata kuliner ikan air tawar di atas sungai akan memberikan sensasi tersendiri.

Jalan tol Surabaya-Mojokerto-Jombang-Kertosono pun justru akan menjadi pendukung pengembangan wisata kuliner dan wisata air Mojokerto. Waktu tempuh Surabaya-Mojokerto yang tidak lebih dari 30 menit malah bisa menjadikan Mojokerto salah satu alternatif destinasi wisata baru di sekitar Surabaya.

Area Jogging Track yang sudah ada dermaganya, juga bisa menjadi satu bagian dari wisata air Mojokerto. Aktivitas wisata air Mojokerto akan bisa menjadi daya tarik tersendiri di malam hari. Pemandangan indah akan terhampar dan dapat dinikmati dari Jembatan Gajah Mada dan Jembatan Les Padangan.

Jembatan Les Padangan akan menjadi lokasi sangat strategis untuk menikmati pemandangan wisata air. Melempar pandangan ke arah timur akan terlihat gemerlapnya aktivitas di dermaga Jogging Track (JT).

Sedangkan di arah barat, akan terhampar area kuliner air tawar dan pasar atau restoran apung di perjumpaan Sungai Brangkal dan Sungai Brantas yang tak kalah menarik. Kegiatan wisata air Mojokerto bisa jadi akan terkosentrasi sejak dermaga JT sampai Jembatan Rejoto serta Sungai Brangkal.

Arus air sungai yang terlihat tenang bisa menjadi wisata perahu yang sangat menarik. Sepanjang bantaran Sungai Ngotok bisa menjadi wahana tempat pemancingan yang menarik. Hamparan hijau hutan kota di sepanjang bantaran bisa menjadi pemandangan indah tersendiri.

Apalagi kalau tanaman yang ditanam di sepanjang bantaran adalah tanaman produktif yang akan bisa mendongkrak ekonomi warga sepanjang bantaran. ’’Akan bisa tercipta pasar buah atau sayuran segar yang bisa langsung dipanen dari pohon atau tanamannya,’’ begitu Cak Rizal menggambarkan yang langsung didukung Mas Supri.

Karena itu, sebagai langkah awal, perlu sinergi yang kuat antara instansi dan lembaga yang terkait dengan aliran sungai tersebut, serta warga di sepanjang bantaran sungai yang akan dilibatkan secara langsung.

Tenangnya arus Sungai Ngotok juga bisa digunakan sebagai wahana wisata serta olahraga air. Kalau dulu Sungai Konto pernah dijadikan lokasi berlatih tim lomba dayung Jawa Timur, kegiatan olahraga perahu bisa diaktifkan lagi. Baik olahraga dayung seperti kano, ataupu lomba dayung beregu. 

Aktivitas di pertemuan Sungai Brangkal, Sungai Ngotok, dan Sungai Brantas, akan menghidupkan dan meningkatkan perekonomian warga di wilayah barat Kota Mojokerto. Wilayah barat Kota Mojokerto bahkan bisa menjadi ikon Wisata Air Mojokerto. (*)

 *)Penulis adalah Direktur Jawa Pos Radar Mojokerto.

(mj/ris/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia