Minggu, 24 Mar 2019
radarmojokerto
icon featured
Features
Candi Gentong, Bejijong, Trowulan

Jujukan Ritual Umat Hindu dari Pulau Dewata

04 Januari 2019, 19: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ainur Rofik menunjukkan sesajen di dekat Candi Gentong, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Ainur Rofik menunjukkan sesajen di dekat Candi Gentong, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Muh. Ramly/Jawa Pos Radar Mojokerto)

Banyak cara dalam menghormati para leluhur. Salah salahnya dengan memberikan sesajen. Seperti yang hingga kini dilakukan sebagian warga Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto di Candi Gentong. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghormati leluhur, Prabu Hayam Huruk.

YA, hal itulah yang hingga kini tetap menjadi kebiasaan sebagian masyarakat Dusun Telogo Gede, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Pasalnya, hingga kini masih ada sebagian yang tetap memberikan sesajen di dekat Candi Gentong untuk menghormati para leluhur.

Pantaun Jawa Pos Radar Mojokerto kemarin (3/1) memang terlihat ada beberapa sesajen yang diletakkan di atas batu merah. Isinya terdiri dari telur, kemenyan, bunga, dan buah-buahan yang beragam.

Sebagian warga setempat mengatakan, leluhur yang mereka maksud tersebut adalah Prabu Hayam Wuruk. ”Iya ada sebagian yang percaya, dan juga ada yang tidak percaya,’’ katanya Ainur Rofik, 50, kemarin (3/1).

Namun, kata Rofik, untuk sesajen tersebut dia dan sebagian warga tidak pernah menilai hal itu sebagai kemusyrikan, serta bukan menjadi tempat pemujaan manusia.

Sebab, bagi sebagian warga memasang sesajen ini hanya untuk mehormati leluhur dan dianggap sebagai hal yang biasa, tanpa ada maksud tertentu. ”Kalau cuma menghormati leluhur kan tidak apa-apa,’’ tambahnya.

Bukan hanya warga sekitar, Rofik mengatakan, di dekat Candi Gentong tersebut sudah menjadi langganan warga Hindu dari Pulau Dewat, Bali, melakukan ritual tertentu.”Kadang tidak cuma dari Bali saja,’’ imbuhnya.

Nuri, 44, warga lainnya menambahkan, kedatangan warga Bali memang biasa untuk memberikan sesajen di Candi Gentong sebagai kegiatan rutin hampir setiap bulan. ”Kalau dari Bali memang sering, setiap bulan. Apalagi, di Bali banyak orang Hindunya,’’ ujarnya. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia