Rabu, 17 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Lifestyle

Jazz Blues Mojokerto, Hangatkan Kota dengan Musik

03 Januari 2019, 21: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Anggota Komunitas Jazz Blues Mojokerto perform di sebuah kafe di Mojokerto.

Anggota Komunitas Jazz Blues Mojokerto perform di sebuah kafe di Mojokerto. (JBM for Radar Mojokerto)

Mahal. Itu adalah kata yang barangkali bisa mewakili genre musik Jazz dan Blues. Karena, tidaklah mudah memainkan kedua genre musik ini.

Ada penekanan-penekanan nada tertentu yang membuat kedua genre ini memiliki ciri khas. Ada satu komunitas yang kini getol memperjuangkan keberlangsungan kedua genre musik ini.

KOMUNITAS Jazz Blues Mojokerto namanya. Komunitas itu dibentuk pada 5 Mei 2018. Seperti pada umumnya, komunitas ini berdiri berawal dari sekumpulan muda-mudi yang memiliki kesamaan hobi bermain musik dan juga kesamaan genre musik.

Jazz dan Blues. Komunitas yang usianya masih belum genap satu tahun ini, sekarang sudah beranggotakan 40 orang. Mereka getol dan selalu beusaha menyebar virus musik Jazz dan juga Blues agar nada-nadanya semakin menghangat di Kota Onde-Onde.

Ada usaha, ada kendala. Wajar mungkin jika kendala dihadapi oleh komunitas ini. Di Mojokerto, genre musik Jazz dan Blues tergolong minim penikmatnya. ’’Karena genre Pop dan Rock masih sangat kental di sini. Jadi, kita harus telaten,’’ ungkap Eduwardo Eka Saputra, ketua Jazz and Blues Mojokerto.

Menurutnya, masyarakat Mojokerto yang masih awam dengan kedua genre tersebut masih banyak yang fanatik di satu genre tertentu saja. Belum bisa menerima genre Jazz dan Blues yang tergolong baru di sini.

Untuk tu, pihaknya berupaya untuk memainkan musik Jazz dan Blues sesering mungkin agar masyarakat bisa menikmati. Yang masih rutin dilakukan biasanya jamming-jamming di kafe-kafe. Komunitas Jazz Blues Mojokerto terbuka menerima siapa pun yang hendak bergabung.

Tak pandang usia. Hal itu lantaran tujuan komunitas ini didirikan adalah sebagai wadah untuk saling berapresiasi antarpenggemar. Semua anggota yang sudah tergabung juga berbeda-beda usia. ’’Ada yang masih SMA, ada yang kuliah, ada juga yang kerja. Terbanyak adalah yang berumur 20-an,’’ ungkapnya.

Menurut Eduwardo, ternyata Mojokerto memiliki sumber daya manusia (SDM) yang bagus dalam genre musik Jazz dan Blues. Dan kemungkinan yang belum muncul juga masih ada. Untuk genre Jazz dan Blues di Mojokerto, ternyata banyak orang-orang yang punya skill di atas rata-rata.

Untuk itu, Komunitas Jazz Blues Mojokerto diharapkan bisa benar-benar mewadahi para penikmat kedua genre itu. ’’Semoga musik Jazz dan Blues di Mojokerto bisa lebih diterima oleh masyarakat Mojokerto,’’ harapnya. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia