alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Penerima Meninggal Dunia, Ribuan KKS Terpaksa Diblokir

03 Januari 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Purwanti menunjukkan KKS dan buku rekening BNI di Kantor Dinsos Kabupaten Mojokerto.

Purwanti menunjukkan KKS dan buku rekening BNI di Kantor Dinsos Kabupaten Mojokerto. (Moh. Ramly/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto resmi memblokir 1.386 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Pemblokiran ini menyusul terjadi masalah pada data sasaran penerima bantuan yang dicairkan melalui rekening bank. Yakni, para penerima dinyatakan telah meninggal dunia. ”Nama yang tercantum dalam KKS-nya itu orangnya meninggal. Jadi (harus) dilakukan pemblokiran,’’ kata Koordinator Bantuan Pangan Nontunai (BNPT) Dinsos Kabupaten Mojokerto, Purwanti.

Dia menjelaskan, proses pemblokiran ini secara otomatis juga memblokir nomor rekening penerima KKS. Di mana, dalam pencairan bantuan tersebut selema ini dinsos memang bekerja sama dengan pihak BNI.

”Pemblokiran rekening sudah dilakukan pihak BNI sejak dari November 2018 lalu,” imbuhnya. Dengan demikian, ribuan penerima KKS tersebut tidak lagi bisa menerima bantuan seperti pada bulan-bulan sebelumnya. ”Sebelum diblokir, dinsos memberikan bantuan senilai Rp 110 ribu kepada pewaris. Baru setelah itu kartu resmi diblokir,” tandasnya.

Data dinsos menyebutkan dari 1.386 penerima KKS yang diblokir rata-rata berasal dari Kecamatan Kemlagi, yakni sebanyak 180 penerima. Diurutan berikutnya ada di Kecamatan Dlanggu (144 penerima), Gedeg (148 penerima), Ngoro (131 penerima), Sooko (77 penerima), dan Mojosari (69 penerima). ”Pasca diblokir, mereka sudah tidak bisa lagi menerima bantuan,” tandasnya.

Purwanti menjelaskan, di antara penyebab rituan penerima KKS diblokir tersebut karena telah meninggal dunia. Sehingga KKS yang sudah diblokir tidak bisa dipakai oleh ahli waris atau keluarganya kembali.

Namun, pasca pemblokiran, imbuh dia, KKS akan dilakukan verifikasi dan updating data untuk diajukan kembali ke Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai penerima baru. ”Anggap hanya ganti nama saja. Nama awal yang sudah meninggal diganti nama ahli warisnya,’’ ucapnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya, dinsos menyalurkan sebanyak 64.879 KKS kepada keluarga penerima sasaran. Namun, hingga Desember 2019 kemarin ada sebanyak 1.708 keluarga belum menerima akibat terjadi masalah pada nama identitas. Dengan demikian baru 63.171 keluarga yang resmi menerima kartu. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP