Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Features
Taman Ghanjaran Trawas saat Nataru 2019

Sharing Pendapatan Bisa Rp 5 Juta Per Hari

02 Januari 2019, 22: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ribuan pengunjung saat menikmati malam tahun baru di Taman Ghanjaran, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Ribuan pengunjung saat menikmati malam tahun baru di Taman Ghanjaran, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. (Farisma Romawan/Radar Mojokerto)

Selain keberadaan Air Terjun Dlundung serta ratusan hunian vila serta hotel yang berdiri rapi, Taman Ghanjaran juga menjadi primadona baru objek wisata baru yang paling diburu wisatawan baik dari dalam maupun luar Mojokerto.

Sebagai objek wisata baru, Taman Ghanjaran di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas ini, semakin lama semakin memikat hati wisatawan. Betapa tidak, taman yang berada di ketinggian kisaran 900-1.000 meter di atas permulaan air laut (mdpl) ternyata mampu menjadi alternatif wisata baru di kawasan selatan pegunungan Mojokerto. Yang notabene memiliki panorama alam pegunungan dan perbukitan.

Terbukti, selama libur panjang Natal dan Tahun Baru 2019 kemarin, suasana keramaian tak dapat dihindari para pengunjung di lokasi yang memiliki tatanan tanaman dan bunga-bunga yang indah itu.

Meski baru dibuka November lalu, taman yang berada tepat di seberang jalan Trawas-Tretes dinilai memberikan nuansa baru akan suasana Trawas yang dulu terkenal menjemukan.

Di mana, panorama keindahan taman tidak hanya dipenuhi warna-warni ribuan tanaman bunga, tapi juga eksotisme dua gunung yang mengapit kawasan Trawas. Yakni, Penanggungan dan Welirang.

Tak salah jika Taman Ghanjaran dinilai menjadi objek wisata strategis di Mojokerto layaknya Alun-Alun Batu yang terkenal. Sehingga mampu menjadi objek wisata alternatif di Jawa Timur kala Malang dan Batu telah padat.

Bahkan, dari perkiraan jumlah pengunjung yang terdata, setidaknya ada 4 ribu pengunjung yang datang setiap weekend tiba. Jumlah tersebut semakin meningkat kala libur tahun baru kemarin yang ditaksir mencapai 8 ribu pengunjung.

Selain menikmati panorama alam dengan berswafoto, wisatawan juga bisa menikmati kuliner dan wahana permainan murah bagi anak-anak. Sehingga, kebutuhan masyarakat akan hiburan bisa terpenuhi dan terjangkau tanpa harus merasakan macet dan panas.

’’Ya, sejak libur tanggal 25 kemarin (libur Natal), jumlah pengunjungnya tambah meningkat,’’ tutur Zainul Arifin, kades Ketapanrame. Zainul lantas tak menyia-nyiakan suasana taman yang ia bangun lewat Bantuan Keuangan (BK) Desa sebesar Rp 4,5 miliar itu dalam meraup keuntungan.

Di mana, pendapatan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dari hasil sharing pedagang, wahana permainan dan parkir juga mengalami peningkatan pesat.

Bahkan, dalam sehari hasil sharing dari tiga pokok usaha masyarakat bisa mencapai total Rp 5 juta selama libur panjang. Hasil itu tak banyak disangka sebelumnya, mengingat taman baru diresmikan kurang dari dua bulan.

’’Kalau libur akhir pekan biasanya Rp 2 juta per hari. Tapi pas libur Natal dan tahun baru, kita bisa dapat keuntungan bersih sampai Rp 5 juta per hari. Jumlah itu belum termasuk keuntungan tambahan ketika pedagang masih aktif sampai malam hari,’’ tambahnya.

Meski telah menjadi primadona wisata baru, Zainul mengaku tak akan berhenti dalam berinovasi mengembangkan Taman Ghanjaran. Sebab, masih ada keinginan untuk menambah fasilitas dan wahana baru untuk memanjakan wisatwan agar betah berlama-lama di alun-alunnya Trawas ini.

Khususnya soal kuliner dan hiburan anak-anak yang akan dibangun di tahun 2019 nanti. Di mana, wahana water park dan cafeteria menjadi salah satu fokus pengembangan taman di lahan seluas 2,8 hektare itu.

’’Di sebelah barat masih ada lahan kosong yang bisa kita manfaatkan untuk wisata air bagi anak-anak. Berupa kolam renang dan permainan air. Juga akan dibangun kafe yang bisa digunakan untuk tempat nongkrong sampai malam hari,’’ pungkasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia