Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Perketat Pengamanan Gereja, Barang Bawaan Jamaah Diperiksa

25 Desember 2018, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Jamaah Gereja Santo Yosep Jl Pemuda Kota Mojokerto melaksanakan ibadah malam Natal, Senin (24/12) malam. Jamaah mengenakan baju adat.

Jamaah Gereja Santo Yosep Jl Pemuda Kota Mojokerto melaksanakan ibadah malam Natal, Senin (24/12) malam. Jamaah mengenakan baju adat. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Puncak perayaan Natal yang jatuh pada hari ini (25/12) membuat kepolisian terus melakukan atensi di setiap tempat peribadatan umat Kristiani.

Selain pengamanan melekat, penebalan kekuatan juga ditingkatkan. Hal itu sekaligus menjamin kenyamanan dan keamanan para jamaah untuk melakukan ibadah secara khusyuk.

Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, menegaskan, pengamanan Natal sudah dilakukan sejak seminggu jelang puncak perayaan Natal. ’’Utamanya H-1, penebalan pengamanan terus kita tingkatkan,’’ katanya.

Bersama forkompinda Kota Mojokero, pihaknya juga melakukan penyisiran di sejumlah gereja secara serentak. Penyisiran ini sekaligus untuk memastikan tempat ibadah sebagai lokasi pelaksanaan umat Kristiani dalam melangsungkan peribadatan aman dari ancaman kejahatan.

Baik kejahatan konvensional atau teror. ’’Ini sekaligus memberi jaminan kemanan agar saudara kita umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan khidmat. Tidak diwarnai rasa takut dan waswas,’’ bebernya.

Tidak hanya mental dan spiritual, persiapan pengamanan pun tak luput dari perhatian petugas, tak terkecuali di Kota Mojokerto. Bahkan, sesuai H-1 kemarin, sterilisasi dilakukan untuk memastikan gereja benar-benar aman dari segala bentuk teror apa pun.

Penyisiran dilakukan menggunakan metal detector dan mirror detector. Mulai dari ruangan, atribut Natal, tempat sampah, hingga toilet. ’’Setelah disterilkan, 24 jam tidak ada orang yang keluar masuk dalam gereja lagi,’’ tandasnya.

Tak hanya itu, sebagai pengamanan secara maksimal dan upaya petugas menutup gerak penyusup masuk ke tempat peribadatan. Saat masuk ke gereja, jemaat juga dilakukan pemeriksaan lebih dulu. Termasuk barang bawaan yang dibawa.

Macam tas dan alkitap. ’’Jangan sampai, kita kecolongan. Karena sesuai amanat Kapolri ancaman terorisme itu menjadi ancaman prioritas kita,’’ tuturnya. Khusunya di wilayah Kota Mojokerto.

Dengan momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019 di wilayah dengan tiga kecamatan ini tak bisa dipisahkan dengan historis masa lalu. Di mana terjadi insiden teror bom di Gereja Eben Haezer di Jalan Kartini tahun 2000 hingga merenggut nyawa anggota Banser, Riyanto.

Selain itu, penggerebekan tiga teroris di Jalan Empunala tahun 2015, dan teror bom palsu di Jalan Raya Bypass Kota Mojokerto tahun 2016 lalu juga cukup menguatkan stigma tersebut.

Situasi seperti ini yang kini terus diantisipasi Polresta Mojokerto sebagai barisan terdepan pengamanan dalam menciptakan suasana Nataru berjalan damai dan tertib. ’’Pengamanan melekat setiap gereja juga sudah kita lakukan untuk menciptakan perayaan Natal dengan damai dan sejuk,’’ tegasnya.

Kendati begitu, meski dari 48 gereja yang terdata di wilayah kota dan 4 kecamatan di utara sungai diklaim rawan. Sesuai pemetaan, pengaman di setiap gereja tidak sama. Artinya, kekuatan personel dilakukan berdasarkan dari track record serta jumlah jamaah.

Dari sejumlah gereja yang memiliki jumlah jamaah lebih besar akan mendapat perhatian khusus dengan penempatan personel lebih banyak. ’’Ada yang enam personel, ada yang sampai sampai 10 personel. Tergantung dari kerawanan gereja itu,’’ terangnya.

Di antaranya, Gereja Katolik Santo Yosef, Allah Baik, GBI Rock, GKI Lawu, Imanuel, Gereja Bethany, GSJPDI dan Eben Haezer Kota Mojokerto. Menyusul gereja-gereja tersebut pernah menjadi sasaran teror bom di tahun 2000. Angka ini belum lagi, ditambah dari unsur TNI dan sejumlah organisasi masyarakat (ormas).

Meliputi, Orari, Senkom, pramuka, RAPI, hingga Banser dan Pemuda Muhammadiyah. ’’Ditambah lagi pengamanan dari dalam yang dilakukan internal pemuda gereja,’’ pungkasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia