Minggu, 19 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pergerakan Tol Diprediksi Padat di Puncak Pergantian Tahun

25 Desember 2018, 20: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ruas tol Jomo di kawasan Penompo yang sudah terintegrasi dengan ruas Madiun, Solo, hingga Semarang.

Ruas tol Jomo di kawasan Penompo yang sudah terintegrasi dengan ruas Madiun, Solo, hingga Semarang. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Volume kendaraan yang melintas di jalur tol Jombang-Mojokerto (Jomo) mengalami kenaikan 30 persen. Angka ini diprediksi terus naik di detik-detik jelang pergantian tahun nanti.

Deputi Kepala Departemen Manajemen Pendapatan Astra Tol Jomo Rifan Tsamany, menuturkan, volume kendaraan sudah mengalami kenaikan signifikan sejak tersambungnya tol Surabaya-Mojokerto dengan tol Kertosono-Semarang.

’’Sejak 21 Desember kemarin, sudah ada pergerakan grafik,’’ terangnya. Rifan mencatat, tiga gerbang tol Jomo, yakni gerbang tol Mojokerto Barat, Jombang, dan Bandar Kedungmulyo, saat ini bisa tembus hingga 11 ribu kendaraan per hari.

Angka ini mengalami kenaikan sebesar 3 ribuan kendaraan dibanding sebelumnya. ’’Sebelum terintegrasi, hanya sekitar 8 ribuan kendaraan saja,’’ imbuhnya. Manajemen tol Jomo memprediksi, volume kendaraan yang melintas akan terus mengalami kenaikan hingga jelang libur tahun baru nanti.

Angka ini diperkirakan akan merangkak naik dibanding puncak libur panjang, Sabtu (22/12) kemarin. Prediksi kenaikan ini menyusul panjangnya libur sekolah dan weekend yang tengah berlangsung.

’’Puncaknya, saat libur pergantian tahun nanti. Pasti akan ada pergerakan dan kepadatan di ruas tol,’’ tambah dia. Sejak terintegrasi dengan sejumlah ruas tol, Rifan mengaku, volume kendaraan tak bisa diketahui secara cepat oleh Astra Infra Toll Rood.

Karena, manajemen harus melakukan pengumpulan data dengan sejumlah gerbang tol dari Surabaya hingga Semarang. Hal ini berbeda saat ruas tol Jomo yang hanya tersambung dengan ruas tol Sumo saja.

’’Sekarang, kita harus merekapitulasi di gerbang Madiun, Solo, Ngawi hingga Semarang. Baru bisa diketahui angka pastinya,’’ paparnya. Soal kepadatan di gerbang tol yang kerap terjadi saat libur panjang, Rifan memastikan tak lagi terjadi.

Alasannya, sejumlah ruas yang selama ini membutuhkan transaksi, sudah tak perlu terjadi lagi. Ia mencontohkan, pengguna tol yang semula melakukan transaksi di gerbang tol Bandar Kedungmulyo, kini bisa langsung lurus menuju Kertosono. Transaksi baru dilakukan saat berada di gerbang exit tujuan.

’’Di GT Bandar Kedungmulyo, juga tidak perlu memutar. Sehingga, bisa lebih cepat ke tujuan,’’ pungkasnya.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia