Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Features
Mengenang Anggota Banser, Riyanto

Bom Meledak saat Dipindahkan Riyanto dari Dalam Gereja

25 Desember 2018, 18: 50: 58 WIB | editor : Mochamad Chariris

Sejumlah organisasi kepemudaan di Kota Mojokerto larut dalam doa yang dilantunkan di makam Riyanto, korban peristiwa bom Natal, 18 tahun silam.

Sejumlah organisasi kepemudaan di Kota Mojokerto larut dalam doa yang dilantunkan di makam Riyanto, korban peristiwa bom Natal, 18 tahun silam. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

Peristiwa Bom Natal sudah 18 tahun berlalu. Namun, meninggalnya Riyanto dalam insiden itu, masih menyisakan sejuta kenangan bagi Banser Kota Mojokerto.

Setiap tahun, selalu rutin mengunjungi makamnya untuk mengenang jasa dan kegigihannya. 

SORE di makam umum, Kelurahan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto itu, puluhan pemuda dengan pakaian doreng, nampak memutar di sudut makam. Mereka berdoa dan bercerita tentang jejak Riyanto.

Ia adalah korban peristiwa bom Natal tahun 2000 silam. Riyanto meninggal saat menjalankan tugasnya melakukan pengamanan di Gereja Eben Haezer Kota Mojokerto.

Selain puluhan Banser, beberapa anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Gusdurian, dan IPNU, IPPNU, dan mahasiswa lintas agama, juga terlihat larut di tepi makam. ’’Riyanto memiliki jasa yang luar biasa. Ia sangat gigih dalam menjalankan tugasnya,’’ ungkap Ahmad Syaifulloh, pengurus GP Ansor Kota Mojokerto.

Saiful menambahkan, ziarah yang dilakukan setiap tahun ini juga untuk meneladani kepribadian Riyanto semasa hidup. Ia dikenal sebagai pemuda yang santun dan memiliki kepribadian yang kuat.

’’Ini bentuk penghormatan kepada almarhum yang telah rela mengorbankan nyawanya saat perayaan Natal 18 tahun silam. Kami ingin meneladani kepribadian beliau agar mendapat spirit,’’ tambahnya.

Usai melakukan ziarah, Banser dan Ansor ini kemudian beranjak ke kediaman keluarga Riyanto. Ditemui kedua orang tuanya, Sukarmin, keluarga mengaku trenyuh dengan kehadiran para pemuda itu.

Baginya, kehadiran para pemuda ini kembali memperkukuh jiwa keluarga yang masih sulit melupakan nasib anaknya tersebut.

Sementara itu, Ketua Gusdurian Mojokerto Imam Maliki, menambahkan, momen Natal ini, sejumlah organisasi kepemudaan di Kota Mojokerto tak sekedar mengenang kegigihan Riyanto. Namun, mereka juga menggelorakan sikap toleran kepada umat nasrani.

Di antaranya dengan melakukan safari Natal damai ke sejumlah gereja. Bagi dia, memberikan ucapan selamat kepada kaum Kristiani sebagai salah satu langkah menjalin hubungan sesama umat manusia. ’’Menjadikan manusia yang membawa cinta kasih, terang dan bagi semua,’’ papar Imam. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia