Minggu, 21 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Desima Dikalahkan Junior Sendiri di Kejurnas PBSI

23 Desember 2018, 22: 15: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Desima Aqmar Syarafina bersama sang pelatih seusai berlaga di Kejurnas PBSI 2018 di Jakarta.

Desima Aqmar Syarafina bersama sang pelatih seusai berlaga di Kejurnas PBSI 2018 di Jakarta. (Offical PBSI for Radar Mojokerto.)

MOJOKERTO – Keberuntungan belum berpihak kepada atlet bulu tangkis putri andalan asal Kabupaten Mojokerto.

Turun di Kejurnas PBSI 2018 di Jakarta, Desima Aqmar Syarafina, harus kandas di partai final saat bersua rekan setimnya di PB Djarum, Alifia Intan Nurrokhim, dua set langsung, 9-21 dan 14-21 di GOR Britama Arena Kelapa Gading, Jakarta.

Meski menelan kekalahan, namun pertandingan kejurnas kemarin menjadi pengalaman berharga bagi Desima yang baru pertama kali turun di kejuaraan tingkat nasional.

Mewakili tim Jateng, laga final kemarin dihadapi Desima dengan situasi berbeda dengan pertandingan babak sebelumnya. Gaya bermainnya seperti di bawah tekanan, sehingga pertahanan mudah sekali diserang.

’’Hari ini (kemarin, Red) tidak bisa keluarin semua permainan. Saya tegang karena lawan rekan sendiri dan junior saya. Hari ini (kemarin, Red) pun permainan Alifia lebih bagus,’’ tuturnya.

Meski demikian, Desima merasa bersyukur atas penampilannya di kejurnas ini yang mampu ke babak final. Sebab, di ajang tersebut ia baru kali pertama masuk final dan menembus babak final.

Sehingga dapat menjadi pelajaran bagi dirinya yang akan bermain di kelas dewasa tahun depan. ’’Mentalnya harus diperbaiki, karena lihat hasil ini sebenarnya bisa keluarin mainya tapi malah tidak berani,’’ tuturnya.

Menanggapi hasil itu, ketua harian Pengkab PBSI Mojokerto, Nur Wachid mengaku capaian anak asuhnya sudah cukup baik. Meski tak mampu mendapat medali, setidaknya ia telah menunjukkan konsistensi hingga mampu lolos ke final.

Hal ini yang dapat dijadikan pelajaran baginya untuk kejurnas di tahun yang akan datang. Mengingat, usianya yang masih di bawah 17 tahun. ’’Dia hanya grogi saja. Ke depannya masih bisa berkembang dan tetap akan disiapkan untuk turun di PON 2020,’’ pungkasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia