Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Puncak Mudik, Penumpang Meningkat, tapi Masih Normal

23 Desember 2018, 21: 15: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Para calon penumpang mengantre menunjukkan tiket kereta kepada petugas di Stasiun Mojokerto.

Para calon penumpang mengantre menunjukkan tiket kereta kepada petugas di Stasiun Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Libur panjang akhir tahun yang bertepatan dengan liburan sekolah membuat sejumlah aktivitas di berbagai moda transportasi terkena imbas. Tak terkecuali di Terminal Kertajaya dan Stasiun Kota Mojokerto.

Kini setiap harinya jumlah penumpang terus mengalami peningkatan. Kepala UPT DLLAJ Mojokerto, Yoyok Kristyowahono, menjelaskan, sejauh ini memang terus terjadi peningkatan penumpang di terminal kelas B tersebut.

Tentu peningkatan tersebut seiring dengan liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019. ’’Sejak empat hari terakhir hampir ada peningkatan dari 1.000 sampai 2 ribu penumpang per hari,’’ katanya. Peningkatan ini tidak hanya dipengaruhi oleh libur hari besar Nataru.

Melainkan juga karena dibarengi dengan liburan sekolah. Meski begitu, kemarin peningkatan tak terlalu signifikan, seperti liburan Lebaran. Peningkatan yang terjadi masih cenderung stabil. ’’Ada, tapi tak lebih sampai 20 persen. Masih ambang batas normal,’’ tandasnya.

Dia merincikan, dalam tiga hari terakhir, tercatat peningkatannya sangat bertahap. Dari sebelumnya, ada 23.478 penumpang datang dan berangkat, hari berikutnya tercatat 24.225 penumpaang dengan 796 bus beroperasi. Sedangkan Kamis (20/12) dari jumlah bus 771 unit, penumpang datang dan berangkat mencpaai 26.890 orang.

Angka ini, membuktikan, bahwa setiap hari terdapat peningkatan penumpang yang cenderung bertahap. ’’Diperkirakan, puncaknya terjadi hari ini (kemarin, Red),’’ tegasnya. Sebagai upaya pengamanan, DLLAJ juga membuat pos bersifat dinamis.

Di antaranya, di Bandarkedungmulyo, Jombang; di Sendi, Kecamatan Pacet, dan di Simpang Lima Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. ’’Di Sendi, Pacet sendiri karena rawan kecelakaan. Sedangkan di Bandarkedungmulyo dan Kenanten rawan kemacetan,’’ bebernya.

Sementara itu, peningkatan juga terjadi pada trasportasi kereta api. ’’Peningkatan tahun ini terjadi sampai 2-3 persen dari tahun lalu,’’ kata Kepala Stasiun Mojokerto, Wahyudi Cahyadi. Trennya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini, peningkatan penumpang terjadi sejak Kamis (20/12) lalu. Rata-rata penumpang mencapai 1.600 per hari, dari hari biasa yang berkisar hanya 700 - 800 penumpang. Peningkatan ini terjadi secara komulatif di semua KA pemberangkatan.

’’Jika dibanding hari biasa, peningkatan di tiga hari terakhir ini sampai dua kali lipat atau 50 persen,’’ bebernya. Berbeda di hari Sabtu (22/12) kemarin. Penumpang yang naik tercatat hampir 2 ribu orang.

Angka itu belum lagi penumpang yang turun sekitar 1.700 orang. Secara komulatif, dalam tiga hari ini penumpang yang naik dan turun mencapai 3 ribu orang. ’’Termasuk untuk hari Minggu ini (hari ini, Red) diprediksi sama. Tak terkecuali untuk KA lokal,’’ tandasnya.

Dia menambahkan, permintaan pemanfaatan moda transportasi kereta mengalami peningkatan seiring memasuki libur panjang Nataru. Antusiasme warga dalam membeli tiket kereta memang cukup tinggi.

Sehingga, sebagai langkah antisipasi, mulai kemarin, PT KA Daops VIII menyediakan dua KA tambahan. KA Sancaka tujuan Gubeng - Jogjakarta dan KA Pasundan tujuan Gubeng - Bandung.

Masing-masing untuk kelas eksekutif dan ekonomi. Sementara untuk Pasundan, penambahan tersebut khusus kelas ekonomi. Setiap KA biasanya membawa 7-8 rangkaian. Namun, seiring meningkatnya permintaan calon penumpang, dua KA tambahan tersebut masih belum mampu menampung semua penumpang.

Terbukti, untuk KA Pasundan tambahan pada keberangkatan hingga 25 Desember nanti sudah habis. ’’Sedangkan keberangkatan KA Sancaka sampai 24 Desember hanya tersisa 80 kursi,’’ bebernya. Sementara untuk arus balik, sebagian besar tiket juga sama-sama telah terjual.

’’Utamanya kelas ekonomi. Seperti Gaya Baru tujuan Pasar Senen, Jakarta, sudah habis hingga pertengahan Januari,’’ terangnya. Untuk tiket yang tersedia sebagian besar terdapat pada KA reguler. Kereta tersebut merupakan kereta yang setiap hari beroperasi.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia