Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Features

Ciptakan Foto Unik dengan Light Painting Photography

22 Desember 2018, 16: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Salah satu hasil Light Painting Photography.

Salah satu hasil Light Painting Photography. (Ahmad Toriq Arfan Masruffi for Radar Mojokerto)

Menciptakan foto yang unik, tak harus dengan peralatan yang mahal. Dengan ponsel pun, mampu menghasilkan foto yang menarik. Salah satunya, dengan teknik Light Painting Photography.

PETANG itu, matahari sudah mulai terbenam. Langit merona merah keemasan, pelan-pelan berubah menjadi gelap. Saat itulah, sejumlah fotografer mulai memainkan kameranya. Mereka sengaja membidik objek di tengah minimnya cahaya.

Para pemburu foto ini, belakangan disebut pelukis cahaya. Mereka memainkan sejumlah cahaya untuk menjadi karya foto yang sangat indah. Para penikmat fotografi, menyebutnya Light Painting Photography. Teknik fotografi ini merupakan pengembangan dari teknik bulb.

Meski menghasilkan foto yang cantik, namun tak harus menggunakan alat yang mahal. Tak perlu memakai kamera jenis DSLR. Saat ini, dengan ponsel pun sudah cukup. Dengan catatan, kamera harus bisa disetel mode manual.

Aris Selman Yani, pemuda asal Mojokerto ini, mengaku, sangat hobi dengan teknik melukis cahaya ini. Awalnya, ia aktivitasnya ini hanya sekadar iseng saja. ’’Saat kumpul dengan teman-teman, buka Instagram ada foto menarik seperti melukis dengan cahaya. Kemudian saya meniru,’’ katanya.

Hasil karyanya itu di share ke grup Fotografi Ponsel Indonesia. Banyak yang memberikan pujian jika fotonya menarik. ’’Banyak yang tanya. Apakah ini editan atau gimana. Padahal ini hanya main mode manual kamera ponsel. Sama sekali tanpa editan. Akhirnya keterusan sampai sekarang jadi hobi,’’ ungkapnya.

Foto LP ini adalah hasil dari permainan cahaya dengan slow shutter. Cahayanya bisa didapat menggunakan tongkat cahaya (tube light), serat baja (steel wool), senter, dan juga kembang api. Untuk cahaya, menurutnya, menggunakan tube light yang ia rakit sendiri.

’’Saya mengembangkan ide tube yang terbuat dari mika fiber dengan lampu LED tempel yang warnanya beragam serta bisa berubah-ubah model. Berlapis kertas layangan agar warnanya pekat dan cahayanya tertangkap kamera dengan jelas. Untuk sumber dayanya saya menggunakan powerbank yang berkapasitas diatas 10 ribu MAh,’’ paparnya.

Yang paling penting, dalam teknik LP ini adalah imajinasi dalam melukis cahaya. Aris mengakui, teknik LP ini terdapat kesulitan. Untuk berhasil mengambil gambar yang sesuai harapan, terkadang harus mencoba berkali-kali. ’’Kebiasaan dalam mengatur kamera juga berpengaruh dengan hasil foto,’’ ungkap pemuda 23 tahun itu.

Fotografi yang sering dibilang hobi mahal itu kini menjadi kegemaran banyak orang dari berbagai kalangan. ’’Sejak light painting nge-hits di grup FOPONSI, dibuatlah komunitas Light Painting Indonesia.

Berjalan baru 4 bulan ini. Kalau kumpul komunitas biasanya malam minggu di Batu, Malang. Ada juga event temu kangen fotografi, hunbar (hunting bareng), 1 model jadi perhatian yang lainnya motret,’’ beber Gamblis.

LP menjadi hobi yang memberikan kepuasan tersendiri baginya. Ia juga berharap agar dapat mengembangkan lagi kemampuan dari hobinya tersebut. ’’Saya ingin mengenalkan light painting ke masyarakat umum. Biar mereka tahu, dunia malam hari itu juga sangat indah,’’ pungkasnya. (iis ulin nuha)

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia