Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Journey
Rest Area Gunung Gumitir

Ada Rumah Pohon Terbalik hingga Kursi Raksasa

21 Desember 2018, 20: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Rumah pohon dengan desain terbalik.

Rumah pohon dengan desain terbalik. (Rinto/Radar Mojokerto)

JALUR yang melewati Gunung Gumitir merupakan jalur favorit mereka yang dari Banyuwangi menuju Jember. Karena, selain menyajikan pemandangan indah dan menyegarkan mata, jalur ini merupakan jalur terpendek antara Banyuwangi ke Jember.

Kursi raksasa ini menjadi favorit pengunjung.

Kursi raksasa ini menjadi favorit pengunjung.

Di jalur ini pula, tepatnya di KM 39 atau berjarak 60 kilometer dari pusat kota Banyuwangi, terdapat tempat menarik untuk melepas penat setelah perjalanan jauh. Namanya Rest Area Gunung Gumitir.

Tempat ini memang sangat layak dikunjungi. Berketinggian 624 mdpl, berhawa sejuk serta dikelilingi hutan dan kebun kopi yang cukup luas. Fasilitas yang disediakan PTPN XII (PT Perkebunan XII Persero) sebagai pengelola juga cukup lengkap.

Layaknya agrowisata pada umumnya. Diantaranya berupa permainan outbound yang dilengkapi pula dengan flying fox, wisata keliling wilayah PTPN XII, arena ATV dan berkuda, sarana camping, live music serta musalla dan gedung pertemuan.

Namun dari berbagai fasilitas yang disediakan tersebut adalah salah satu yang menjadi favorit pengunjung, yakni kursi raksasa. Kursi ini berukuran sangat besar, dengan panjang 3 meter dan lebar 3 meter serta ketinggian mencapai 2,5 meter.

Diperlukan 6 batang kayu besar untuk membuat kursi ini. Bahannya pun dari kayu khusus, yaitu kayu Segawe. Kayu ini dipercaya sangat kokoh dan awet. Sehingga kuat saat diterpa panas dan hujan.

Dengan ukurannya tersebut, kursi raksasa ini seakan menjadi ikon rest area Gunung Gumitir. Para pengunjung selalu menjadikan kursi ini sebagai spot foto. Tak hanya berfoto, para pengunjung juga diperbolehkan untuk mencoba menaikinya.

Meski diperbolehkan, namun pengelola membatasi maksimal hanya 5 orang yang boleh naik keatas kursi raksasa tersebut. Selain kursi raksasa, spot foto menarik lainnya adalah rumah pohon.

Letaknya bersebelahan dengan kursi raksasa. Desain rumah pohon ini cukup unik. Dengan bentuk seperti rumah terbalik. Karena letaknya yang cukup tinggi, pengunjung harus menaiki tangga terlebih dahulu.

Didalam rumah pohon ini juga terdapat meja kursi laiknya rumah biasa. Namun sama seperti kursi raksasa, pengunjung yang naik juga dibatasi.   

Dengan segala fasilitasnya tersebut, rest area Gunung Gumitir tak hanya menjadi pelepas penat.

Namun juga menjadi tempat wisata yang ideal untuk keluarga. ’’Sangat cocok untuk bersantai. Hawanya sejuk, fasilitasnya lengkap dan tempatnya juga sangat menarik,” kata Fredi, salah satu pengunjung asal Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Masih di kawasan Banyuwangi, sebelum sampai Gunung Gumitir, kita akan melewati Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru. Di desa perbatasan Banyuwangi – Jember inilah terdapat berderet kios atau toko yang khusus menjual peralatan dapur.

Peralatan semacam wajan, panci, cangkir ataupun  dandang tersebut terbuat dari bahan seng atau aluminium. Desa Kalibaru Wetan memang sudah lama dikenal sebagai sentra perajin peralatan dapur.

Terutama yang terbuat dari bahan logam. Kerajinan ini sudah ditekuni warga desa ini semenjak puluhan tahun lalu. Di rumah sebelah kios atau toko tersebut, biasanya terlihat para perajin yang sedang mengerjakan kerajinan peralatan dapur.

Puluhan bahkan kadang sampai ratusan peralatan dapur tampak bertumpuk di sekitar rumah. ’’Semua peralatan dapur yang kita jual merupakan hasil karya para perajin disini,” kata Misnah, salah satu pemilik kios.

Sesuai perkembangan jaman, kini tak hanya peralatan dapur saja yang mereka buat. Namun sudah merambah pada kerajinan untuk hiasan rumah maupun suvenir. Tentu saja terbuat dari bahan logam.  

Kualitas hasil produksi para perajin ini juga cukup bagus. Nyaris tak kalah dengan produksi pabrikan. Namun yang paling menarik pengunjung adalah soal harga. Para pemilik toko di Kalibaru Wetan tak pernah memasang harga pas bandrol.

’’Harganya cukup murah. Bisa ditawar lagi,” kata Fredi yang menyempatkan untuk membeli beberapa alat dapur.  Dengan barang berkualitas namun harga murah tersebut, tak heran deretan kios di Kalibaru Wetan nyaris selalu penuh dengan pengunjung. (nto)

 

 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia