Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Buktikan Kualitas, Kotak Suara Diduduki dan Disemprot Air

20 Desember 2018, 13: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ketua KPU Ayuhanafiq duduk di atas kotak suara yang terbuat dari kardus di Kantor KPU Kabupaten Mojokerto.

Ketua KPU Ayuhanafiq duduk di atas kotak suara yang terbuat dari kardus di Kantor KPU Kabupaten Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto menguji ketahanan kotak suara Pemilu 2019 yang terbuat dari karton, di kantor KPU, Jalan RAAK Adinegoro.

Pengujian dilakukan dengan cara ditindih beban hingga disemprot air. Langkah uji ketahanan ini sekaligus menjawab keraguan sejumlah kalangan atas rendahnya kualitas kotak suara dalam pemilu yang digelar April nanti.

’’Banyak isu yang muncul. Katanya, tidak kuat. Mudah sobek dan sebagainya. Makanya, kita buktikan sekarang,’’ terang Ketua KPU Ayuhannafiq. Kotak suara itu terbuat dari karton kedap air dengan panjang berukuran 60 sentimeter, lebar 40 sentimeter, dan ketebalan 1 sentimeter.

Kotak berwarna putih tersebut memiliki dua sisi penutup yang dikunci dengan menggunakan cable ties atau pengikat kabel berbahan plastik. Sedangkan, penutup atas kotak suara dikunci dengan kabel penghubung yang nantinya akan dikencangkan dengan gembok.

Proses pengujian dilakukan dengan meminta salah satu staf KPU untuk naik ke atas kotak suara. Dengan beban 60 kilogram, kotak suara berbahan karton ini masih bertahan. Bahkan, seorang staf yang menindih kotak suara dengan berat 70 kilogram, juga tak mengubah. Apalagi merusak kotak suara.

’’Asumsi kita, kotak suara nanti akan kita tumpuk hingga tujuh kotak. Dengan berat per kotak, rata-rata 12 kilogram. Ternyata, kotak paling bawah, masih sangat kuat,’’ jelas Yuhan.

Pun demikian untuk menjawab keraguan atas mudah rusaknya kotak suara akibat kelembaban. Kotak pun disiram dengan air yang disemprot dengan menggunakan selang. Air membasahi sekeliling kotak dan tak tembus ke dalamnya.

Lalu bagaimana dengan gembok di kotak karton tersebut? Yuhan menuturkan, gembok bukan satu-satunya alat pengaman dalam proses pemilu nanti. Karena, masih terdapat sejumlah lembaga yang melakukan pengawasan dan pengamanan.

’’Ada Bawaslu di sana. Ada aparat keamanan. Tentunya, gembok bukan pengaman satu-satunya,’’ pungkas dia.

Terpisah, Komisioner Bawaslu Kabupaten Mojokerto Afidatusolihah, menegaskan, Bawaslu sudah turun dan langsung melakukan uji ketahanan terhadap kotak suara tersebut. Hasilnya, dinyatakan aman.

Ditegaskan Afidah, kotak suara tersebut memiliki kekuatan dan ketahanan yang sangat baik. Tak hanya dari tindihan beban, tetapi juga kedap air. ’’Kami pastikan aman,’’ paparnya. Terkait dengan keraguan atas pengamanan gembok yang dipasang, Afidah menilai, keraguan tersebut sangat berlebihan.

’’Selama ini, Bawaslu tidak pernah menemukan kecurangan yang berkaitan dengan kotak suara. Justru yang terjadi pelanggaran dan kecurangan, berada di luar kotak suara,’’ paparnya. Ia pun mencontohkan sejumlah pelanggaran pemilu di sejumlah daerah hingga dilakukan pencoblosan ulang.

’’Pelanggaran tidak ada yang berhubungan dengan kotak suara. Karena, selain gembok, masih ada unsur lain yang mengamankan,’’ pungkas perempuan berjilbab ini. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia