Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Jangan Baca

Istriku Hobinya Jalan-Jalan dan Belanja

15 Desember 2018, 23: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Radar Mojokerto)

Urip zaman saiki gak gampang

Sebab sembarang kalir wis larang

Supoyo gak nambah-nambahi utang

Mulo kudu pinter ngempet kesenengan    

PERILAKU hidup boros adalah hal yang tidak baik. Begitu juga yang dikatakan Mukiyo (samaran) 30, warga asal Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto setelah menikahi Tulkiyem (samaran) 27.

Di awal pernikahannya, dia mengaku tidak pernah ada masalah apa pun. Kehidupan Mukiyo bahkan selalu diselimuti bahagia. Namun, setelah pernikahan menginjak dua tahun semua seolah berubah.

Bukan kebahagiaan yang kini Mukiyo rasakan. Namun, kebosanan dan rasa jengkel justru menghantui. Ya, hal itu setelah dia merasakan tidak lagi simpati dengan sifat dan perilaku istrinya yang selalu boros dalam mengatur keuangan. ”Iyo, dalan-dalan tok karo koncone,’’ katanya.

Semula, Mukiyo selalu memberikan saran kepada istrinya agar hidup yang biasa-biasa saja. Pasalnya, pendapatan Mukiyo dari bekerja sebagai buruh pabrik tidak seberapa.

”Gajine kerjo nang pabrik iku yo sitik,’’ sesalnya. Namun, karena kebiasaan istrinya tersebut sudah tidak bisa dikendalikan, termasuk ngemal, Mukiyo pun tak sabar menahan diri.

Dia memilih untuk berpisah daripada menderi batin tak kunjung sembuh. ”Yo wes jengkel aku. Wes males urip karo wong boros,’’ ujarnya. Pertama, keputusan tersebut tidak diizinkan orang tuanya.

Dengan alasan kasihan dengan masa depan anaknya yang masih berumur 1 tahun. Namun, karena Mukiyo sudah tidak kuat lagi, jalan perpisahan adalah keputusan terakhir.

Dia tetap melangkahkan kaki menuju Pengadilan Agama (PA) Mojokerto untuk menceraikan sang istri. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia