Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mata Lensa

Majapahit Culture Festival, Magnet Pariwisata Budaya

15 Desember 2018, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Warga Klinterejo, Kec. Sooko, membawa bendera raksasa pada kirab pembukaan Majapahit Culture Festival.

Warga Klinterejo, Kec. Sooko, membawa bendera raksasa pada kirab pembukaan Majapahit Culture Festival. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Kegiatan wisata dengan balutan budaya dan sejarah di Kabupaten Mojokerto kian bergeliat. Sejumlah situs sejarah tinggalan zaman Kerajaan Majapahit dijadikan sebagai magnet menggelar event kepariwisataan.

Hal itu seperti tampak dalam gelaran Majapahit Culture Festival yang digelar di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Rangkaian kegiatan digelar mulai kirab, pentas seni budaya, wayangan, hingga pameran produk kerajinan.

Tak pelak kawasan Desa Klinterejo dibanjiri wisatawan. Baik lokal maupun regional. Mereka berdatangan menyaksikan sejumlah atraksi seni dan kebudayaan yang digelar di lapangan desa setempat.

Dimulai dengan kirab hasil bumi dan arak-arakan bendera merah putih raksasa dari balai desa hingga lapangan desa. Event tersebut digelar selama dua hari dengan menjadikan tempat publik di desa sebagai lokasi kegiatan.

Selain itu, menjadikan sejumlah situs dan tinggalan era zaman Majapahit sebagai magnet wisata budaya dan sejarah. ’’Puncaknya nanti saat pentas seni dan budaya Majapahitan,’’ ungkap Zaenal Abidin, kepala Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, di lokasi kemarin.

Kegiatan yang kali pertama digelar itu diselenggarakan pemerintahan desa setempat. Untuk menggelar Majapahit Culture Festival, mereka juga melibatkan event organizer (EO) level Nasional. ’’Kami datangkan EO yang biasa menggelar Jember Fashion Carnaval,’’ tambah Abidin.

Antusiasme pemerintah desa menggelar event tersebut tak lepas dari keberadaan situs petilasan Tribuana Tunggadewi yang bermukim di salah satu sudut desa. Situs yang diduga tempat petilasan raja Kerajaan Majapahit abad 14 itu menjadi daya tarik penting desanya.

Karena, raja tersebut merupakan ibu dari Raja Hayam Wuruk yang disebut-sebut sebagai raja yang membawa Kerajaan Majapahit ke era keemasannya.

’’Kunjungan wisata biasanya hanya ke situs. Tapi sekarang kami mengemas ada festival. Sehingga para wisatawan tidak hanya kunjungi situs tapi ada even yang bisa dilihat dan dinikmati,’’ pungkasnya.

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia