radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

UNBK Digelar Lebih Awal, Siswa Digembleng Simulasi

15 Desember 2018, 12: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Siswa SMAN 1 Puri, Kabupaten Mojokerto saat mengerjakan soal mapel pilihan dalam simulasi UNBK Jumat (14/12).

Siswa SMAN 1 Puri, Kabupaten Mojokerto saat mengerjakan soal mapel pilihan dalam simulasi UNBK Jumat (14/12). (Rizal Amrullah/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Persiapan calon peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMA/SMK harus lebih dimatangkan lebih awal. Sebab, ujian dengan sistem computer based test (CBT) tahun ajaran ini bakal digelar lebih maju, yakni pada Maret-April.

Kasi Pendidikan Menengah dan PKLK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, Muhammad Suwanto mengungkapkan, sesuai prosedur operasional standar (POS) yang dirilis Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP), jadwal UNBK akan diawali dengan jenjang SMK sederajat lebih dulu.Yakni, pada 25-28 Maret 2019.

Jadwal tersebut sedikit lebih maju dari tahun sebelumnya yang dihelat pada bulan April. ”Memang, jadwal UNBK tahun ini agak lebih maju dari tahun lalu,”  paparnya, Jumat (14/12).

Pelaksanaan selama empat hari itu dengan mata ujian bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, dan teori kejuruan. Selanjutnya disusul UNBK jenjang SMA/MA sederajat. Namun, jadwalnya tidak berlangsung empat hari berturut-turut seperti jenjang SMK. Yaitu, dimulai pada 1, 2, 4, dan 8 April.

Suwanto menjelaskan, adanya jedah waktu itu dikarenakan pada pekan pertama April terdapat hari libur nasional. Oleh karena itu, pada jadwal ujian mata pelajaran pilihan harus diselenggarakan di pekan berikutnya. ”Mungkin karena Jumat (5 April, Red) hari pendek.

Jadi, dilanjutkan Senin (8 April, Red). Kita laksanakan sesuai penjadwalan di POS,” ujarnya. Kebijakan dimajukannya jadwal UNBK SMA/SMK menyusul adanya agenda Pemilihan Umum (Pemilu) 2018 pada 17 April mendatang.

Oleh karena itu, bagi peserta SMA/SMK yang izin tidak bisa mengikuti pelaksanaan UNBK utama, maka dijadwalkan  mengikuti ujian susulan secara bersamaan pada 15-16 April.

Dengan demikian, dipastikan serangkaian pelaksanaan ujian SMA/SMK akan rampung sebelum digelarnya pesta demokrasi lima tahunan itu. Dia menambahkan, digelarnya UNBK lebih awal diharapkan tidak akan mengganggu persiapan sekolah.

Saat ini, masing-masing satuan pendidikan tengah melakukan pendataan daftar calon peserta (DPT). Selanjutnya, seluruh akan dilakukan verifikasi untuk ditetapkan menjadi daftar nominasi sementara (DNS). ’’Kemudian cetak dan distribusi daftar nominasi tetap (DNT) pada 15 Januari 2019 nanti,’’ imbuhnya.

Di sisi lain, setiap sekolah mulai menggeber persiapan peserta didiknya. Sulkan, Wakasek Kesiswaaan SMAN 1 Puri mengatakan, sebanyak 355 siswa kelas XII mengikuti simulasi tahap pertama yang dijadwalkan sejak 11-14 Desember kemarin.

Selain untuk mengukur kemampuan calon peserta UNBK, agenda itu dilakukan untuk kesiapan sarana prasana berupa komputer dan jaringan internet di lembaganya. ”Selama empat hari simulasi berjalan cukup lancar,” paparnya.

Dia mengaku tidak mengalami kendala berarti menyusul dimajukannya jadwal ujian. Sebab, pihaknya telah mempersiapkan jauh hari menjelang UNBK. Salah satunya dengan menggelar tryout. Sedikitnya, siswa menjalani lima kali tryout maupun latihan mengerjakan soal.

Baik yang digelar internal sekolah maupun simulasi yang dijadwalkan secara nasional. Namun, karena jadwal semester genap lebih pendek, pihaknya harus mematangkan jadwal agar seluruhnya bisa rampung sebelum April mendatang.

”Semester depan masih ada beberapa kali tryout lagi. Mungkin kalau jadwalnya tidak cukup, anak-anak kita beri latihan soal untuk dikerjakan sendiri di rumah,” pungkasnya.

(mj/ram/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia