radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Seribu Pemuda Bangun Entrepreneur di Jambore Kebangsaan

15 Desember 2018, 10: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mendampingi Gubernur Jatim Seokarwo pada pembukaan Jambore Kebangsaan di UTC Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mendampingi Gubernur Jatim Seokarwo pada pembukaan Jambore Kebangsaan di UTC Trawas, Kabupaten Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam pemuda Cipayung Plus Jatim mengikuti Jambore Kebangsaan dan Kewirausahaan di Camping Ground Ubaya Training Center (UTC), Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jumat (14/12).

Selain menjadi ajang pemersatu NKRI, jambore ini sekaligus menumbuhkan generasi mudah sebagai entrepreneur atau wirausaha. Jambore dibuka Gubernur Jatim Soekarwo dan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan sekaligus sebagai Dewan Pembina Cipayung Plus Jatim.

Soekarwo menuturkan, Jambore ini bisa mendorong semangat juang untuk bersaing melalui dunia wirausaha. ’’Ini untuk mendorong mereka masuk dalam pertarungan wirausaha.

Dengan syarat NKRI harga mati,’’ ungkapnya. Menurut Pakde Karwo sapaan Soekarwo, pada momen ini, para peserta diharapkan saling bertukar ide-ide kreatif dalam berwirausaha. Termasuk bagaimana membangun jaringan-jaringan wirausaha.

Tidak hanya pendidikan, tapi menjadi pengusaha sekaligus mendorong agar berinovasi dan berkreativitas dalam bingkai NKRI. ’’Nah, di Jambore ini, menjadi lahan kreativitas.

Sebagai modal awal untuk berwirausaha,’’ terangnya. Aplikasinya, lanjut Pakde, banyak sekali. Dia mencontohkan, langkah yang dilakukan nantinti agar dimasukkan ke jalur wirausaha.

Dipertemukan dengan pengusaha profesional sekaligus sebagai bapak angkat. Selain itu, dapat disalurkan modal melalui perbankan.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menuturkan, pihaknya akan terus berupaya merangkul semua kalangan pemuda agar menjadi satu wadah dalam satu kegiatan berskala nasional.

’’Untuk menuju Indonesia satu tujuan, para pemuda harus bersatu,’’ ujar Luki. Sebab, belakangan ini tak bisa dipungkiri, banyak oknum dan kelompok tertentu yang berupaya memecah belah bangsa.

Sehingga, sebagai bentuk pencegahan, berbagai unsur organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan pun harus digembleng dalam jambore. Di antaranya, badan eksekutif mahasiwa (BEM), perguruan tinggi (PT), organisasi ekstra kampus, organisasi kepemudaan, serta komunitas pemuda se-Jatim.

Tak sekadar berkumpul dan berkemah. Jambore yang diikuti 1.000 pemuda ini juga diisi dengan rangkaian diskusi dan pembekalan materi. Tujuannya, agar bisa saling berinteraksi dan bersilaturahmi guna mempererat persatuan dan kerukunan.

’’Golnya untuk menuju NKRI harga mati. Tidak ada namanya perpecahan dan perselisihan,’’ tandas Luki.

(mj/ori/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia