Jumat, 22 Mar 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Asyik Main Bola, Terpeleset di Got, Bocah SD Tewas

15 Desember 2018, 03: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Warga menunjukkan lokasi got lokasi korban terpelest di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Warga menunjukkan lokasi got lokasi korban terpelest di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Menikmati derasnya hujan justru membuat Muhamad Febrianto, 9, warga Dusun Sukorame, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto tewas.

Bocah yang kini duduk di kelas V SD itu meregang nyawa akibat terseret air selokan di kampungnya sejauh 150 meter, Jumat sore (13/12). Terdapat luka memar di kepalanya setelah diduga mengalami benturan keras.

’’Sebelum hanyut, dia sempat terpeleset saat mengambil bola yang jatuh ke dalam saluran air,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M. Solikhin Fery.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban bersama dua temannya kebetulan sedang bermain bola di jalan kampung tak jauh dari rumah.

Nah, di tengah bermain bola hujan deras turun dalam waktu bersamaan.  Kemudian bola terjatuh ke dalam selokan air. Melihat itu, korban memilih untuk mengambil sendiri.

’’Karena diduga kurang hati-hati, akhirnya korban terpeleset dan jatuh ke selokan,’’ tandasnya. Nahas, derasnya arus dan tinggi debit air membuat korban ikut terbawa arus. Seketika korban hanyut dan tak terlihat dari permukaan.

Derasnya selokan dengan lebar 40 cm dan memiliki kedalaman 60 cm membuat korban ikut terseret arus dan hanyut. Peristiwa itu langsung membuat dia temannya, Nr dan Nv, panik dan ketakutan.

Keduanya sempat berusaha menolong, tapi tidak berhasil. Kejadian ini juga langsung mengundang perhatian warga. Dalam pencarian, mereka baru menemukan korban diduga sudah dalam kondisi tak bernyawa di bawah kebun bambu.

’’Jaraknya dari lokasi hanyut sekitar 150 meter,’’ tegasnya. Upaya pertolongan sempat dilakukan warga dengan membawanya ke Puskesmas Trawas. Namun, oleh pihak puskesmas, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.

’’Hasil identifikasi, korban mengalami luka di kepala bagian belakang,’’ ujarnya. Anggota Mapolsek Ngoro yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

Namun, di sisi lain keluarga korban menolak jasad buah hatinya dilakukan proses otopsi atau visum. ’’Keluarga korban menyadari, bahwa kejadian tersebut murni musibah,’’ pungkas Fery. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia