Jumat, 22 Mar 2019
radarmojokerto
icon featured
Features
Soekarno Straat, Pencipta Lagu Berjudul Hoax

Dipersembahkan untuk Penyebar Berita Bohong dan Kebencian

14 Desember 2018, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

: Lima personel Soekarno Straat Band. Mereka menitipkan pesan melalui lagu yang dirilis untuk memerangi hoax.

: Lima personel Soekarno Straat Band. Mereka menitipkan pesan melalui lagu yang dirilis untuk memerangi hoax. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

Berita hoax tidak hanya membuat penegak hukum prihatin. Keresahan terhadap bermunculnya berita tidak benar dan menyesatkan juga disikapi band musik Soekarno Straat. Dalam karyanya, mereka menitipkan pesan tentang melawan dan menangkal kebohongan.

Manis di depan 

Pahit di belakang

Janji kau sebar lalu menghilang

Perihal tuk tak berperang

Kita hanya ingin hidup tenang

 ITULAH sepenggal reff lagu yang diciptakan Soekarno Straat. Lagu berjudul Hoax berdurasi 3,1 menit itu cukup menjadi perhatian warganet.

Bagaiaman tidak, baru diunggah per 3 Desember lalu saja, tercatat kini sudah ditonton sekitar 2,225 pengguna YouTube. Lagu yang diusung ini terinspirasi maraknya penyebaran informasi hoax dan ujaran kebencian di media sosial (medsos) belakangan ini.

Apalagi, menjamurnya berita tidak benar itu banyak dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat. Nah, untuk menghindari terjerumus lebih dalam, band alternatif beraliran Ska dari Mojokerto ini menciptakan lagu berjudul Hoax.

Lagu ini tak lain mencoba untuk menyentil anak-anak muda dan kalangan masyarakat agar tidak mudah terpancing atau terprovokasi dengan berita-berita bohong di medsos. Soekarno Straat lahir sejak 2013 lalu.

Hingga kini mereka terus eksis. Bahkan, sejak berdiri, band dipenggawai lima personel itu terus menyedot perhatian kalangan muda. Kelimanya adalah Dio (vocalis), Mamad (bassis), Abeng (drummer), Candra (guitar), dan Satria (keyboard).

Kini mereka memiliki mini album dan singel. ’’Lagu ini sebenarnya sudah lama saya impikan bersama teman-teman. Dan baru jadi kemarin 3 Desember 2018,’’ ungkap Dio. Dio mengaku belakangan memang banyak pemberitaan palsu yang menyudutkan pihak-pihak tertentu lalu ditelan mentah-mentah oleh masyarakat.

’’Ya lagu ini kita ciptakan dengan maksud memberikan penalaran bagi kaum muda agar lebih pintar dalam menyaring informasi di medsos. Apalagi, saat ini adalah tahun-tahun politik,’’ terangnya.

Alasannya pun sederhana. Meski dirinya bukan lahir dari politisi, pemerintah, apalagi penjaga keamanan, seperti TNI/Polri, dia bersama personel band lainnya sadar pemuda Indonesia harus menjaga NKRI.

’’Minimal bisa  memberikan sumbangsih terbaik. Neski hanya melalui karya lagu,’’ tambahnya. Dia juga menyayangkan, ketika melihat perkembangan medsos yang cukup pesat.

Apalagi, di sisi lain banyak dimanfaatkan oknum dan kelompok tertentu untuk mengadu-domba satu sama lain. ’’Lagi rukun-rukunnya terus ada orang yang menggunakan berita-berita yang nggak mutu. Itu kan sangat disayangkan,’’ kata Dio dengan nada kesal.

Dia menambahkan, karyanya tersebut memang khusus ditujukan kepada pihak-pihak yang suka menyebarkan kebencian dan menebar berita hoax. Rencananya, dalam single ini, Dio dan personel lainnya bakal menjadikan sebagai album baru mereka di tahun 2019.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia