radarmojokerto
icon featured
Politik

Dipasang di Area Terlarang, APK Caleg Dipreteli

14 Desember 2018, 10: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Bawaslu dan satpol PP saat membersihkan APK yang melanggar aturan secara rutin pemasangan.

Bawaslu dan satpol PP saat membersihkan APK yang melanggar aturan secara rutin pemasangan. (Imron Arlado/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) milik dua caleg incumbent asal Kota Mojokerto, dilepas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mojokerto, Kamis (13/12). Pembersihan ini dilakukan karena pemasangan dilakukan di area terlarang.

Di antaranya APK milik politisi PKB Junaedi Malik. Caleg nomor urut 1 di daerah pemilihan Magersari ini, memasang baliho tanpa disertai dengan tiang mandiri. Salah satunya memanfaatkan tiang listrik.

Dipasang di sekitaran kolam pancing, baliho ini pun dilepas bawaslu dengan mendapat bantuan dari petugas satpol PP. Pun demikian dengan caleg incumbent asal Gerindra Muhammad Harun.

Ia memasang belasan baliho di deretan pagar tepi sungai. ’’Selain titik yang salah dan sesuai aturan, model pemasangan juga melanggar,’’ ungkap Ketua Bawaslu Kota Mojokerto Ulil Absor.

Dikatakan dia, pelepasan APK tak hanya memburu kalangan incumbent. Namun, para peserta pemilu yang memasang di area yang salah, maka bawaslu akan melakukan penertiban.

’’Penertiban adalah jalan terakhir. Sebelumnya, kita sudah memberikan warning agar segera memperbaiki proses pemasangan,’’ ungkapnya. Penertiban ini dipastikan bakal terus berjalan.

Ulil menerangkan, dengan penertiban yang diagendakan berlangsung rutin dua pekan sekali ini, akan menjadikan pemilu kali ini berlangsung lebih demokratis dan minim pelanggaran.

’’Kami sangat berharap, peserta pemilu dalam tahap kampanye, bersama-sama mencegah pelanggaran. Sehingga pemilu dapat berjalan damai dan demokratis,’’ pungkas dia.

(mj/ron/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia