radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Ditikam 16 Kali, Driver Grab Pingsan Dua Jam

14 Desember 2018, 03: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Yohanes saat menjalani perawatan intensif di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Yohanes saat menjalani perawatan intensif di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. (Abe Arsyad Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Yohanes menceritakan saat perampokan disertai penganiayaan oleh penumpangnya sendiri mengaku tidak mengenal para pelakunya.

Sebelumnya pelaku diketahui hanya memesan melalui online untuk diantar ke kawasan Kolam Segaran Trowulan. ”Saya tidak tahu mereka siapa,” kata pria bernama lengkap Yohanes Witondy, 50, ini.

Sebelumnya, warga asal Lingkungan Suromulang Barat VIII nomor 3, RT 33/RW 08, Perum Citra Surodinawan (CSE), Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, menjadi korban perampokan disertai penganiayaan. Saat dia mengoperasikan driver grab Datsun GO miliknya. 

Menurutnya, ada tiga pria dan satu orang perempuan saat itu. Ketiga pria tersebut semua kompak melakukan penganiayaan pada dirinya. Dua bertugas menahan tali dan satu lainnya menghujani tusukan. Sementara penumpang perempuan memilih diam dan hanya mengawasi.

Yohanes menceritakan usai menjemput tiga penumpang di Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, dia mengaku bahwa salah satu pelaku mendapat telepon dari temannya.

Teman pelaku meminta bertemu di depan SPBU Desa Gemekan, Kecamatan Sooko. Sehingga, Yohanes diminta pelaku menunggu di Jalan Raya depan SPBU Desa Gemekan, Kecamatan Sooko.

Yohanes memenuhi permintaan penumpang berhenti di depan pom bensin tersebut dengan kondisi mobil masih menyala. Kemudian seorang pria tak lain adalah teman pelaku berjalan dari seberang jalan.

”Dia membuka pintu belakang dan yang sebelah saya berkata ayok digarap saiki (ayo dieksekusi sekarang-Red). Saya tidak paham dan tahu-tahu saya dijerat pakai tali dari belakang,” katanya.

Yohanes sempat berusaha untuk menahan jeratan tali sekuat tenaga dengan tangannya. Namun, lelaki yang tepat berada di samping Yohanes langsung menusuk tubuh Yohanes dengan pisau.

”Banyak tusukan yang mengakibatkan tubuh berlumuran darah dan saya sudah tidak bisa apa-apa. Saya sempat tidak sadarkan diri selama kurang lebih dua jam,” ungkapnya.

Setelah pelaku menusuk Yohanes, mereka menggasak handphone dan powerbank. ”Yang diambil handphone dan powerbank saya,” katanya. Saat menjalani perawatan di rumah sakit Yohanes mengaku telah menjalani operasi di ruang unit gawat darurat (UGD. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia