Jumat, 22 Mar 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pembenahan Birokrasi Agenda Pertama Kepemimpian Ning Ita

13 Desember 2018, 18: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wali Kota Ika Puspitasari (kanan) menyerahkan potongan tumpeng kepada Rais Syuriah PC NU Kota Mojokerto KH. M. Rofi'i Ismail.

Wali Kota Ika Puspitasari (kanan) menyerahkan potongan tumpeng kepada Rais Syuriah PC NU Kota Mojokerto KH. M. Rofi'i Ismail. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Rencana perombakan pejabat oleh Wali Kota Ika Puspitasari merupakan langkah awal untuk mereformasi birokrasi di tubuh pemkot.

Menurutnya, langkah itu perlu diambil guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik. Itu disampaikan usai menggelar istighotsah bersama seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta jajaran PNS di lingkungan pemkot Rabu (12/12).

Menurut Ning Ita, sapaan Ika Puspitasari, reformasi birokrasi merupakan agenda awal yang akan dilakukan di tahun pertama kepemimpinannya.

”Reformasi birokrasi menyangkut banyak hal. Tidak hanya terkait pemberantasan korupsi,” paparnya. Salah satu yang dirasa cukup mendesak adalah melakukan penataan terhadap pejabat struktural.

Khususnya dalam pengisian sejumlah jabatan yang kosong. Kekosongan tersebut meliputi pejabat tinggi pratama eselon II, maupun eselon III, dan IV yang mencapai 145 formasi. ”Ini dulu yang akan saya penuhi,” ujarnya.

Disamping itu, wali kota bakal melakukan upaya pembaharuan dan perubahan mendasar dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan.

Oleh karenanya, pada awal tahun 2019 akan digulirkan tahapan assessment. Dia menyatakan, kebijakan itu diambil supaya bisa mendapatkan calon pejabat yang sesuai dengan bidang yang ditempati.

”(Assessment) untuk menentukan siapa-siapa yang menduduki posisi yang tepat sesuai dengan kompetensi masing-masing,” tandasnya.

Dengan demikian, harap dia, upaya itu dapat mendukung terwujudnya program kerja maupun visi-misi yang telah dijanjikan wali kota perempuan pertama di Kota Onde-Onde ini.

Sehingga, reformasi birokrasi tersebut dijadikan jargon Maju Melangkah, Ayo Berbenah yang diusung oleh pemenang kontestasi Pilwali 2018 tersebut.

”Sebelum melangkah lebih maju, ayo berbenah dulu. Banyak hal yang harus dibenahi di kota ini. Salah satunya reformasi birokrasi,” tandasnya.

Di hari ketiga usai dilantik, Ning Ita bersama Wawali Achmad Rizal Zakaria juga melakukan kunjungan kerja (kunker) pertamanya ke jajaran Forkopimda Kota Mojokerto.

Antara lain, ke Kapolresta AKBP Sigit Dany Setiyono dan Kejari Halila Rama Purnama. Ning Ita mengatakan, koordinasi bersama forkopimda merupakan bagian dari melaksanakan arahan Gubernur Jatim Soekarwo pasca pelantikan di Grahadi, Surabaya, Senin (10/12).

”Beliau (gubernur, Red) memberikan arahan supaya dalam pola leadership nanti kolaborasi dengan seluruh forkopimda. Dan hari ini (kemarin, Red) sudah kami awali,” pungkasnya. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia