radarmojokerto
icon featured
Features
Nadira Zahra Ramadani, Siswa Pelukis Abstrak

Sudah Hasilkan 70 Karya, Diundang dalam Pemeran Nasional

13 Desember 2018, 15: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Nadira Zahra Ramadani menunjukkan karya lukis miliknya.

Nadira Zahra Ramadani menunjukkan karya lukis miliknya. (Muh. Ramli/Radar Mojokerto)

Setiap manusia memiliki keistimewaan. Pun juga dengan Nadira Zahra Ramadani, warga asal Dusun Gedang Klutuk, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Siswa berusia 11 tahun ini sudah mampu menghasilkan 70 karya lukis abstrak.

SETIAP manusia pasti memiliki keistimewaan tersendiri. Nadira Zahra Ramadani, 11, warga asal Dusun Gedang Klutuk, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, pun demikian. Bahkan, di usianya menginjak 9, dia sudah mengikuti berbagai pamaren lukis.

Dari tangan mungil dan imajenasinyalah, Nadira sudah mampu menghasilkan 70 karya lukis. Karya lukisan rata-rata abstrak berukuran 50 x 70 cm hingga 100 x 100 cm tersebut tertata rapi di dalam rumahnya. Sangat indah dan menawan.

Tidak berhenti di situ, putri pasangan Indra Tri Kurniawan dan Faria Metha Peristiwi ini juga sudah mengikuti 10 kali pamaren termuda. Di antaranya, pemeran lukis di Kecamatan Dlanggu, Pendapa Pemkab Mojokerto dan di Rumah Seni Lontar Sooko.

”Pada tahun 2019 nanti, diundang pameran nasional di Surabaya,’’ kata Nadira. Tidak hanya itu, dia juga sudah menggelar pameran tunggal pada September 2018 lalu di Jalan KH. Surgi, Dusun Mangelo, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Saat itu tema yang diangkat adalah Tamasya Warna. Nadira menceritakan, dia mulai menyukai dunia lukis sejak usianya masih 9 tahun. Tepatnya, saat sering diajak ayahnya melihat berbagai pamaren lukis.

Akhirnya, dia pun tertarik untuk mengenal dunia melukis. Hingga akhirnya dia merasakan, bahwa melukis adalah kelebihannya. Dari situ dia kemudian menekuni sampai sekarang.

”Orang tua sangat mendukung. Katanya hasil lukisnya bagus,’’ tambahnya. Faria, ibu Nadira, mengatakan, memang, pasca diajak ayahnya melihat pameran lukis, di rumah, diam-diam Nadira belajar melukis sendiri.

”Saat itu, masih kelas 3 SD,’’ katanya. Karena melihat lukisan putrinya menyimpan makna seni, Faria pun bernisiatif membelikan kanvas kecil dan pigora. ”Niatnya sekalian memotivasi. Dari situ, lama kelamaan Nadira semakin hobi melukis,’’ terangnya.

Pasca melihat potensi dan bakat putrinya, Faria dan suaminya selalu memberikan dukungan. ”Nadira selalu lihat contoh-contoh di YouTube. Sering juga saya belikan buku-buku tentang melukis yang bagus. Semoga saja terus berkembang,’’ ujarnya. (ram)

(mj/ris/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia