radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Manajemen PSMP Beri Sinyal Tak Perpanjang Kontrak

13 Desember 2018, 10: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Para pemain PSMP merayakan gol pada laga Piala Indonesia.

Para pemain PSMP merayakan gol pada laga Piala Indonesia. (Media Officer PSMP for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Berakhirnya kompetisi Liga 2 musim 2018 sejak awal Desember lalu sekaligus mengakhiri kontrak kerja sama antara pemain dan manajemen PS Mojokerto Putra (PSMP).

Meski langkah The Lasmojo masih tersisa di turnamen Piala Indonesia, namun kondisi tersebut belum menjadi ukuran kerja sama pemain bisa berlanjut atau tidak di musim depan.

Pasalnya, sampai saat ini manajemen belum menunjukkan adanya upaya perpanjangan kontrak atau pembicaraan lebih lanjut terhadap nasib pemain di PSMP.

Dimana, kontrak kerja sama pemain segera berakhir di pengujung tahun 2018 ini. Sebelumnya, langkah pasukan Laskar Majapahit terhenti di babak 8 besar Liga 2 setelah menelan kekalahan tipis 2-3 atas Aceh United di pertandingan terakhir, Senin (21/11) lalu.

Saat itu, posisi PSMP harus tergeser ke peringkat 3 klasemen grup A setelah Semen Padang dan Kalteng Putra berhasil mengumpulkan sama 10 dari 5 kali laga. Sehingga kedua tim berhak melangkah ke babak semifinal.

Nah, terhentinya langkah PSMP saat itu sekaligus menghentikan aktivitas latihan pemain. Meski masih menyisakan durasi kontrak dan kesempatan di Piala Indonesia, namun manajemen terpaksa meliburkan aktivitas tim selama hampir tiga pekan.

Hingga akhirnya pemain diminta berkumpul lagi sejak Jumat (7/12) untuk persiapan menghadapi babak 64 besar Piala Indonesia. Namun, lagi-lagi usai dipastikan lolos ke babak 32 besar, aktivitas tim Laskar Majapahit tak lagi terlihat di Stadion Gajah Mada Mojosari sebagai home base resmi.

Indra Setiawan dkk kembali menikmati libur sebelum akhirnya diminta berkumpul kembali saat jadwal babak 32 besar telah diterbitkan PSSI. Pelatih PSMP Jamal Yastro mengaku jika kontrak pemain sejatinya telah berakhir di pengujung Desember ini.

Meski masih tersisa beberapa hari, namun manajemen tidak memaksakan semua pemain untuk bisa berkumpul lagi. Terutama mereka yang berasal dari luar Pulau Jawa.

’’Yang dipanggil memang khusus pemain lokal yang masih menjangkau. Untuk yang luar pulau, kasihan mereka harus bolak-balik karena memang sudah tidak ada lagi kewajiban lagi. Kompetisi telah selesai,’’ terangnya.

Kendati demikian, manajemen sebenarnya masih berharap besar kepada seluruh pemain untuk bertahan. Dengan alasan masing-masing pemain telah memahami karakter masing-masing.

Sehingga tak perlu lagi persiapan tim mulai dari nol. Akan tetapi, lagi-lagi manajemen tetap memberikan kesempatan kepada pemain untuk bisa menentukan nasib mereka ke depan. Apakah tetap bertahan atau memilih pindah ke tim lain yang dinilai lebih layak untuk mengembangkan karir sepak bola masing-masing.

’’Kalau saya, ya dikembalikan ke anaknya (pemain, Red). Kalau bisa ya dapat tim di atas kita (PSMP, Red), atau main di Liga 1. Kita juga bangga juga toh,’’ tegas Manajer PSMP, Muhammad.

(mj/far/ris/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia