Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Tes SKB, Enam Peserta Gugur Lebih Awal

11 Desember 2018, 10: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kakanreg II BKN Surabaya Tauchid Djatmiko (kiri) dan Kepala BKD Kota Mojokerto Endri Agus saat memantau peserta tes SKB di Surabaya.

Kakanreg II BKN Surabaya Tauchid Djatmiko (kiri) dan Kepala BKD Kota Mojokerto Endri Agus saat memantau peserta tes SKB di Surabaya. (Rizal Amrullah/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Pelaksanaan tes CPNS Kota Mojokerto tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) telah selesai Senin (10/12).

Fase terakhir seleksi ini dipusatkan di Kantor Regional II Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Surabaya. Hasil nilai ujian dengan sistem computer assisted test (CAT) itu bisa jadi penentu nasib para peserta.

Sebab, panitia seleksi tidak menyelenggarakan tes wawancara maupun psikologi. Sesuai ketetapan sebelumnya, terdapat 471 peserta yang berhak mengikuti tes tahap kedua CPNS 2018.

Antara lain, terdiri dari 143 peserta yang lolos passing grade pada tes seleksi kompetensi dasar (SKD), ditambah 238 peserta dari hasil perankingan.

”Hari ini (kemarin, Red) tes SKB berlangsung lancar,” ungkap Endri Agus Subianto, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Mojokerto.

Tes SKB terbagi menjadi tiga sesi. Untuk sesi pertama dan kedua, masing-masing dijatah bagi 159 peserta. Sementara 153 peserta sisanya, dijadwalkan pada sesi ketiga.

Namun, tidak semua kursi terisi lantaran ada sejumlah peserta yang tidak hadir. ”Masing-masing sesi ada dua orang yang tidak hadir. Jadi, keseluruhan ada enam peserta,” terangnya.

Secara regulasi, enam peserta secara otomatis kandas lebih awal dalam persaingan memperbutkan kursi CPNS di Kota Mojokerto.

Sebab, panitia tidak memberikan kesempatan untuk melakukan tes susulan. Baik bagi peserta yang izin berhalangan maupun alasan lainnya.

”Kalau tidak hadir berarti gugur,” paparnya. Namun, Endri Agus mengaku belum dapat merinci peserta yang menghadiri SKB berasal dari formasi apa saja.

Sebab, dari 462 peserta yang mengikuti tes, Pemkot Mojokerto hanya menampung 248 formasi sesuai kuota yang diberikan Kemen PAN-RB.

Dengan demikian, BKD masih belum bisa memastikan apakah kuota tersebut dapat terpenuhi. Sama seperti tes sebelumnya. Para peserta juga bisa langsung mengetahui perolehan nilai dari tes SKB.

Endri Agus menyatakan, hasil tersebut bisa jadi penentu kelulusan peserta. Sebab, setelah ini tidak ada lagi tahapan tes psikologi maupun wawancara.

Menurutnya, penentuan penerimaan CPNS hanya berdasarkan akumulasi nilai antara SKD dan SKB. ”Yang menentukan lulus dan tidaknya panselnas,” paparnya.

Hingga Senin (10/11), pihaknya belum mengetahui kapan kelulusan akan diumumkan. Sebab, setelah Kota Mojokerto, masih ada beberapa kota lainnya yang masih menggelar tes SKB.

Diperkirakan, paling cepat hasil akan diketahui sebelum pergantian tahun. Sebagaimana diketahui, dari kuota 248 formasi di Pemkot Mojokerto terdiri dari 114 formasi tenaga guru, 125 tenaga kesehatan, 8 tenaga teknis, dan 1 tenaga eks honorer K2.

Sementara dari 471 peserta yang dinyatakan lolos SKD, paling banyak berasal dari calon tenaga pendidik sebanyak 238 orang.

Kemudian disusul tenaga kesehatan sejumlah 209 orang. Sedangkan sisanya adalah peserta dari tenaga teknis. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia