Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Drainase Buruk, Jalan Banjir, Separo Kendaraan Terendam

04 Desember 2018, 06: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Sejumlah pengendara terpaksa mendorong sepeda motornya setelah nekat menerobos banjir di Jalan Raya Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Sejumlah pengendara terpaksa mendorong sepeda motornya setelah nekat menerobos banjir di Jalan Raya Jetis, Kabupaten Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Sejumlah sepeda motor dan mobil yang melintas di Jalan Raya Jetis,  Kabupaten Mojokerto mengalami mogok akibat nekat menerobos banjir.

Itu setelah  jalan utama penghubung antardesa, Jatis-Kupang, mengalami banjir setinggi lutut orang dewasa. ’’Ini sudah menjadi langganan. Sekarang makin parah,’’ ungkap Bagus, salah satu warga, Senin (3/12).

Faktornya sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kecilnya drainase di jalan yang berada persis di bawah jalan Tol Sumo (Surabaya-Mojokerto) ini mengakibatkan tingginya volume air saat hujan deras naik, karena tidak mampu menampung.

Di lain sisi, terjadi pendangkalan jalan. Antara aliran drainase di samping kanan dan kiri jalan lebih tinggi dibanding posisi jalan raya. ’’Masalahnya memang ada di aliran selokan yang terlalu kecil dan dampak pembangunan tol yang kurang memperhatikan aliran air,’’ tuturnya.

Kondisi itu diperparah tingginya tanggul di sisi kanan dan kiri jalan. Selain membuat air menggenang lebih lama, tanggul juga membuat luberan air semakin dalam.

’’Solusinya memang harus ada normalisasi drainase. Sebab, jika jalan ditinggikan juga tidak bisa karena jembatan tol terlalu rendah. Memang ini dampak pembangunan tol yang tidak memperhitungkan jangka panjang. Sebelum ada tol, tidak seperti ini (banjir, Red),’’ bebernya.

Kendari demikian,  warga tak menampik melubernya air ke ruas jalan disebabkan sampah ranting pohon yang menyumbat selokan. Dari situ, setiap hujan turun, jalan beton selebar 8 meter ini berubah menjadi aliran sungai.

Imbasnya membuat jalanan macet. Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, banyak pengendara terpaksa mendorong kendaraan akibat mogok setelah nekat menerobos banjir. Mobil pikap juga harus didorong warga. 

’’Balum lagi kalau hujan semalaman, banjirnya tambah parah,’’ imbuhnya. Tak sedikit pengendara mencari jalur alternatif lain untuk menghindari banjir. ’’Mau lewat Ngabar saja. Tapi, ya memang jaraknya lebih jauh,’’ ujar Uswatun, salah satu pengendara. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia