Kamis, 17 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Hati-hati, Bawang Putih Rusak Beredar Luas di Pasaran

29 November 2018, 08: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

penjual bawang putih di Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Mojokerto menunjukkan bawang putih yang mengalami kerusakan.

penjual bawang putih di Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Mojokerto menunjukkan bawang putih yang mengalami kerusakan. (Muh. Ramli/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Pedagang di pasar tradisional menemukan bawang putih yang mengalami kerusakan.

Selain dalam kondisi membusuk, komoditas bahan dapur yang diperjualbelikan tersebut mulai berubah warna dan tidak layak konsumsi.

Adi, 35, salah satu pedagang mengaku sudah beberapa hari ini mendapatkan kiriman bawang putih yang kualitasnya cukup jelek. Bawang putih terlihat keriput dan banyak ditemukan bintik-bintik hitam.

Dia mengaku, sudah beberapa kali menerima pasokan bawang dari tengkulak di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, yang kualitasnya sangat mengecewakan. ”Iya kalau pasar di sini (Kedungmaling, Red) rata-rata sama saja kualitasnya,’’ katanya, Rabu (28/11).

Untuk penyebab kerusakan bawang putih, lanjut Adi, hingga kini belum diktahui pasti. Namun, dari kebanyakan pedagang menduga menurunnya kualitas bawang putih tersebut akibat cuaca memasuki musim penghujan.

”Bisa karena saat disimpan terkena hujan. Akhirnya dimakan ulat,’’ tambahnya. Selain itu, harga jual bawang puting perlahan mengalami kenaikan. Dari semula Rp 13 ribu, sekarang naik menjadi Rp 15 ribu per kg.

”Bawang merah juga naik. Dulu Rp 15 ribu, kini Rp 20 ribu per kg,’’ ujarnya. Sementara cabai merah terpantau Rp 18 ribu dan tomat Rp 3 ribu per kg. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia