Minggu, 21 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Drainase Buruk, Warga Khawatir Banjir Dadakan

28 November 2018, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas satlak pengendalian bencana kota ketika mengecek fungsi mesin pompa air di Kali Sadar Kota Mojokerto.

Petugas satlak pengendalian bencana kota ketika mengecek fungsi mesin pompa air di Kali Sadar Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Munculnya kejadian banjir di musim penghujan masih menjadi kekhawatiran warga. Terlebih, buruknya kondisi saluran di tingkat lingkungan.

Hal demikian banyak mencuat ketika kalangan dewan menggelar reses di daerah pemilihannya. ’’Soal potensi banjir, genangan, dan kondisi saluran yang buruk itu banyak dikeluhkan masyarakat,’’ ungkap Sonny Basuki Raharjo, anggota Komisi II bidang pembangunan DPRD Kota Mojokerto.

Dari dua lokasi reses yang digelar, kebanyakan warga mengeluhkan buruknya kondisi saluran lingkungan. Bahkan, ada pula daerah yang belum dilengkapi saluran.

Yang imbasnya, membawa genangan/banjir bagi kawasan yang lebih rendah. Seperti, di Jalan Mojopahit Selatan tepatnya area Pasar Kranggan.

’’Itu seperti di Pasar Kranggan. Di situ, warga mengeluh tidak ada salurannya baik di depan maupun belakang pasar. Akibatnya, kampung area Pekayon dan Penarip rawan banjir,’’ terang dia.

Posisi dua area itu persis lebih rendah dibanding Pasar Kranggan. Sehingga, aliran air bakal langsung meluncur ke kawasan tersebut.

Tensi curah hujan akhir-akhir ini, dikatakannya, mulai meningkat. Hal itu pun meningkatkan kekhawatiran warga akan potensi banjir di daerahnya.

’’Warga di Jalan Penanggungan Raya itu khawatir banjir besar terjadi. Karena, di situ salurannya bertahun-tahun tidak pernah dikeruk. Sedang, tidak ada saluran yang mengalirkan air dari permukiman karena banyak yang endapan,’’ tuturnya.

Usulan normalisasi saluran di Jalan Penanggungan Raya terbilang mendesak. Sebut Sony, dampak banjirnya bisa terjadi muncul di wilayah Jalan Welirang, Jalan Kelud, Jalan Rajekwesi, Jalan Arjuno, dan Jalan Panderman.

’’Itu daerah yang lebih rendah bisa terimbas karena saluran banyak endapan,’’ tandasnya. Warga juga banyak yang mengeluhkan kondisi saluran lingkungan yang kerap ada bangunan di atasnya.

Biasanya, saluran itu berada di depan permukiman. Entah dipakai tempat berjualan, tempat umum, atau yang lain. ’’Saya kira, pemkot harus ada keberanian untuk menegur warga yang menggunakan badan atas saluran depan rumahnya,’’ tandas politisi Golkar ini.

Di samping itu, area langganan banjir seperti Kelurahan Gunung Gedangan juga banyak mencuat keluhan warga. Pada lingkungan Gedangan, warga menginginkan perbaikan kondisi jembatan penghubung yang menyambungkan Gedangan dengan wilayah Kecamatan Mojoanyar.

Juga, mengusulkan perbaikan saluran dan jalan tembus setempat. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia