Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Rumah Produksi Bahan Sablon Dilalap Api, Dua Karyawan Terluka

24 November 2018, 17: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Rumah produksi bahan sablon di Dusun Jajar, Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, hangus terbakar.

Rumah produksi bahan sablon di Dusun Jajar, Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, hangus terbakar. (Abe Arsyad Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Rumah produksi bahan sablon milik Oga Irawan, 43, warga Dusun Jajar, Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, terbakar Jumat (23/11) sekitar pukul 08.15 WIB.

Selain isi rumah hangus, dua karyawan mengalami luka bakar. Keduanya adalah Rusdianto, 27, warga setempat dan Bahrul Umum, 20, warga Desa Senden, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.

Kebakaran itu diduga dipicu korsleting listrik yang mengalir ke kompresor. ’’Pas kejadian itu, bapak saya berada di ruangan yang digunakan sebagai kantor. Dan di dalam ruang produksi ada dua pekerja yang sedang melakukan aktivitas seperti biasanya,’’ ungkap Alde Irawan, 20, anak pemilik rumah.

Saat itu Irawan hendak mengirim barang ke Surabaya dan Malang. Belum jauh dari lokasi, dia mendengar bunyi ledakan satu kali. Sehingga, dia kembali. Tak lama berselang, ledakan kembali terdengar. Bahkan, sampai enam kali.

’’Ternyata di dalam ruangan sudah ada apinya,’’ katanya. Menurutnya, kebakaran itu bermula dari percikan api. Diduga akibat korsleting listrik yang mengalir ke kompresor di ruang tengah.

Jarak kompresornya terlalu dekat dengan drum penyimpanan bahan kimia pembuat sablon. Diduga, drum tersebut sumber ledakan. ’’Perkiraan, drum itu bocor. Sehingga pas ada percikan api, apinya langsung mengenai bahan kimia tersebut. Akhirnya, api langsung membesar,’’ jelasnya.

Dua pekerja yang saat itu berada di ruang produksi berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, api terlalu besar dan seketika merembet ke bahan-bahan lain.

Akibatnya, seluruh isi di tempat produksi bahan sablon itu habis terbakar. Selain itu, mesin sablon dan kompresor juga hangus. Dan dua pekerja mengalami luka bakar. Keduanya langsung dilarikan ke RS Mawaddah Medika, Kecamatan Ngoro.

Sementara itu, Kapolsek Ngoro AKP Gatot Wiyono, mengungkapkan, dugaan sementara kebakaran disebabkan korsleting listrik. Api baru bisa di padamkan sekitar pukul 11.00 setelah mobil pemadam kebakaran (PMK) dikerahkan.

’’Korslet dan mengakibatkan percikan api,’’ katanya. Akibat kejadian tersebut, kerugian yang diderita korban sekitar Rp 500 juta. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia