Minggu, 21 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Supra Fit Dikendarai Tiga Pelajar, Sasar Scoopy, Satu Tewas

21 November 2018, 05: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Warga melihat barang bukti dua sepeda motor yang terlibat kecelakaan di Jalan Raya Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Warga melihat barang bukti dua sepeda motor yang terlibat kecelakaan di Jalan Raya Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Orang tua harus benar-benar tegas melakukan pengawasan terhadap anaknya untuk tidak mengendarai sepeda motor jika masih di bawah umur. 

Bagaimana tidak, akibat aksi ugal-ugalan pengendara berstatus pelajar, membuat seorang pengendara motor tewas di lokasi kemarin. Abdul Wachid, 67, warga Jalan Margo Mulyo, Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, tewas di lokasi.

Pengendara Honda Supra Fit nopol S 2427 SA ini mengalami luka parah. Dia meregang nyawa setelah motor yang dikendarai terlibat adu moncong dengan sepeda motor Honda Scoopy nopol S 3496 SO ditumpangi tiga pelajar sekaligus di Jalan Raya Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan.

Ketiganya adalah Zafa Anggi, 12, warga Dusun Pecarikan, Desa/Kecamatan Jetis (pengemudi), membonceng Sandra Aulia, 12,  warga Perum Jetis Permai dan Putri Debi, 12, warga Perumahan Canggu Permai, Dusun Balongsono, Desa Canggu, Kecamatan Jetis.

Kecelakaan terjadi pukul 12.00 WIB. Mulanya korban mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit melaju dari utara dengan cara menepi dari jalur arah berlawan atau berada di jalur barat.

Nahas, sesampainya di tempat kejadian perkara muncul pengendara sepeda motor dari arah selatan dengan kecepatan tinggi yang ditumpangi tiga pelajar. Dekatnya jarak antara kendaraan membuat kecelakaan tak bisa dihindari.

’’Keduanya langsung terlibat adu moncong,’’ ungkap seorang warga. Kerasnya benturan membuat para pengendara terpental. Keempatnya mengalami luka-luka akibat benturan cukup keras. 

Satu korban tewas di lokasi. Sementara tiga lainnya mengalami luka ringan. ’’Kalau lihat jalurnya, memang korban yang salah. Saat itu dia melaju melawan arah berlawan. Tapi, pelajar yang berboncengan tiga ini melajunya cukup kencang,’’ bebernya.

Dibantu warga dan relawan, petugas mengevakuasi korban ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Sementara tiga korban pelajar mengalami luka-luka dilarikan ke RS Gatoel Kota Mojokerto.

’’Hasil olah tempat kejadian perkara, diduga korban memang kurang memperhatikan jalur lawan,’’ tambah Kanitlaka Polresta Mojokerto, Ipda Karen. Menurutnya, korban terlalu nekat melawan arus saat berkendara.

Sehingga kondisi itu membuat pengendara yang melaju kencang di jalurnya tidak bisa menghindar. Keduanya akhirnya terlibat adu moncong. ’’Iya, lawannya statusnya pelajar. Mereka juga berboncengan tiga,’’ tegasnya.

Untuk proses penyelidikan, dua sepeda motor terlibat kecelakaan diamankan ke mapolresta sebagai barang bukti. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia