Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal
Ketika Kejari-Dispendik Perangi Korupsi

Sindir Koruptor lewat Yel-Yel Hey Tikus-Tikus Berdasi

20 November 2018, 20: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Penampilan peserta dalam lomba yel-yel antikorupsi di Aula Dispendik Kota Mojokerto.

Penampilan peserta dalam lomba yel-yel antikorupsi di Aula Dispendik Kota Mojokerto. (Rizal Amrullah/Radar Mojokerto)

Beragam cara dilakukan untuk menanamkan pencegahan korupsi. Seperti yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto dalam rangka menyambut Hari Anti Korupsi, dengan menggandeng pelajar untuk adu kreativitas yel-yel antikorupsi.

Hey tikus-tikus berdasi...

Sampah-sampah negara, enyah...

BEGITULAH petikan yel-yel yang ditampilkan oleh kelompok siswa SMPN 1 Kota Mojokerto sebagai pembuka lomba yel-yel antikorupsi di Aula Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto Senin (19/11).

Agenda tersebut merupakan rangkaian acara dalam rangka menyambut Hari Anti Korupsi yang diperingati pada 9 Desember nanti.

Ajang itu merupakan inisiasi Kejari Kota Mojokerto bekerja sama dengan Dispendik Kota Mokerto. Tujuannya untuk memanamkan sejak dini semangat antikorupsi yang dibalut dengan tema Generasi Antikorupsi.

Oleh karena itu, ajang tersebut dikhususkan bagi siswa tingkat sekolah menengah pertama (SMP/sederajat). Dalam penampilannya, para siswa tak sekadar membuat yel-yel antikorupsi melalui pesan verbal, melainkan juga menampilkan kreativitas lainnya.

Antara lain dengan koreografi, menyanyi, alat musik, serta berbagai dukungan kostum dan aksesoris lainnya. Seperti dilakukan kelompok peserta SMPN 2 Kota Mojokerto yang memiliki cara sendiri dalam menyampaikan pesan antikorupsi.

Mereka melakukan kolaborasi yel-yel dengan iringan musik tradisional serta koreografi. ’’Melalui yel-yel, kita mengajak untuk berhenti korupsi,’’ terang salah satu peserta, Nafis Al Yassar, siswa kelas VII SMPN 2 Kota Mojokerto.

Oleh karena itu, dia mendukung langkah penegak hukum untuk memberantas kajahatan tindak pidana korupsi. Di samping itu, bagi pelaku yang terbukti melakukan tindakan rasuah, harus dihukum seberat-beratnya.

’’Biar mereka (koruptor) kapok karena sudah merugikan negara,’’ papar pelajar asal Lingkungan Penarip ini. Dengan penampilan itulah kemudian mengantarkan SMPN 2 Kota menjadi juara I lomba yel-yel Generasi Antikorupsi.

Dengan begitu, maka mereka juga berhak untuk unjuk gigi di tingkat regional. Yakni, di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur dalam peringatan Hari Anti Korupsi nanti.

Sementara itu, Kepala Kejari Kota Mojokerto Halila Rama Halila, menambahkan, digelarnya rangkaian acara tersebut merupakan upaya untuk penanaman pengetahuuan sejak dini tentang tindak kejahatan korupsi.

’’Karena dengan mengenal, mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari tindak pidana korupsi,’’ terangnya.

Sebab, kata dia, dengan mempelajari tentang korupsi, maka secara tidak langsung juga akan memahami dampak serta ancaman jika melakukan tindakan-tindakan yang koruptif.

Tak kalah pentingnya, dengan penanaman pengetahuan sejak dini tersebut, secara tidak langsung juga akan mencetak generasi yang antikorupsi.

Menurut Halila, generasi antikorupsi adalah generasi yang mengutamakan nilai kejujuran, berintegritas, mumpuni, dan mengabdi untuk negeri.

’’Secara subtansi anak-anak sudah dapat, mereka sudah punya semangat sebagai generasi antikorupsi. Tinggal bagaimana mereka mengimplementasikan dan mengaplikasikannya ke dunia yang sebenarnya,’’ pungkasnya.

Sebelumnya juga diselenggarakan lomba cerdas cermat antikorupsi serta ajang English Speech Contest atau pidato bahasa inggris dengan tema Spirit to Deter Crime.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia