Minggu, 16 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Satpol PP Sisir Kamar Kos Perempuan, Ini Yang Mereka Lihat

17 November 2018, 09: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Personel Satpol PP Kota Mojokerto menyisir rumah kos di kawasan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Personel Satpol PP Kota Mojokerto menyisir rumah kos di kawasan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Tingginya peredaran narkoba sekaligus kenakalan remaja di wiayah Kota Mojokerto terus disikapi satpol PP setempat.

Jumat (16/11) petugas getol melakukan penyisiran rumah kos-kosan. Selain menjaring enam orang, mereka menemukan pil misterius.

’’Penyisiran kos-kosan ini dilakukan di empat lokasi di kawasan Meri,’’ kata Kabid Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Mojokerto Hatta Amrullah. Petugas menyisir satu per satu kamar kos.

Meski sebagian nihil atau tak berpenghuni, kondisi itu tak lantas membuat petugas ciut nyali. Mereka terus melakukan penyisiran sekaligus memberikan imbauan kepada pemilik kos.

Upaya petugas membuahkan hasil. Di salah satu kamar, mereka mendapati empat remaja yang gerak-geriknya mencurigakan. ’’Satu kamar, ada empat pemuda dengan satu cewek,’’ ujarnya.

Temuan ini kata Hatta, sudah kali dua saat razia dilakukan. Nah, karena ada hal yang tak beres, keempatnya ikut diamankan ke kantor. Selain didata mereka diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi kembali.

Tak hanya itu. Satpol PP berencana menggandeng dinas kesehatan (dinkes) dan balai konseling. Tujuannya, untuk mengetahui perilaku yang menyimpang terhadap mereka. Apalagi mereka yang berstatus laki-laki juga terlihat alay.

’’Seperti metrosexual, tapi lembeng. Nah, untuk memastikannya kami perlu konsultasikan dinas kesehatan dan balai konseling,’’ terangnya.

Di lokasi yang sama, petugas juga mendapati pil warna putih tanpa dilengkapi label. Pemiliknya mengaku pil kemasan plastik klip itu merupakan obat luar bagi alat vital perempuan.

Namun, petugas tak percaya begitu saja. Sebagai antisipasi, pil misterius ikut diamankan. ’’Kami sudah koordinasikan dengan kepolisian. Hasilnya, kita juga masih menunggu,’’ tuturnya.

Hatta menyatakan, petugas tidak mau mengambil risiko. Apalagi, belakangan satpol PP juga mendapat atensi dari BNNK terkait peredaran barang terlarang di kota.

Di sisi lain, peredaran narkoba sekarang kian menjamur. Peredarannya disebut-sebut banyak bertransit di rumah-rumah kos. ’’Makanya, itu yang harus kami waspadai. Jangan sampai kita kecolongan,’’ tandasnya.

Kata dia, hingga kini kawasan Meri, Kecamatan Kranggan, memang menjadi salah stau wilayah diklaim rawan. Untuk menekan dan memelihara harkamtibmas, petugas harus lebih intens dan masif melakukan razia.

’’Ini untuk menekan kenalakan remaja. Mulai dari narkoba, minuman keras, hingga pergaulan bebas,’’ pungkasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia