Minggu, 16 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Pura-pura Jadi Pembeli, Emak-Emak Kompak Ngutil Perhiasan

17 November 2018, 04: 31: 47 WIB | editor : Mochamad Chariris

Penjaga Toko Gajdah menunjukkan gelang emas jenis keroncong yang dicuri pelaku.

Penjaga Toko Gajdah menunjukkan gelang emas jenis keroncong yang dicuri pelaku. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Pencurian dengan modus berpura-pura menjadi pembeli di toko-toko emas mulai marak. Jumat (16/11) toko perhiasan Gadjah di pusat pertokoan Jalan Majapahit, Kota Mojokerto menjadi sasaran pencuri.

Pelakunya diduga dilakukan oleh dua emak-emak. Mereka berhasil mengutil gelang emas seberat 16 gram. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Mulanya dua orang perempuan itu datang ke Toko Gajdah.

Layaknya pembeli pada umumnya. Mereka lalu dilayani dengan baik oleh karyawan. ’’Mereka ke sini mau beli gelang model keroncong,’’ ungkap Ary Anjan, 20, salah satu karyawan.

Agar tak mengundang kecurigaan terlebih dulu mereka meminta ditunjukkan gelang emas untuk dicoba. Karena dianggap hal wajar dan biasa dilakukan para calon pembeli, permintaan itu pun dituruti.

’’Pertama saya keluarkan dua. Katanya terlalu besar. Tapi, yang kecil katanya kekecilan,’’ bebernya. Merasa kurang puas, dia kembali mencarikan gelang yang pas. Namun, kesibukan karyawan melayani pembeli justru dimanfaatkan para pelaku.

Satu bendel gelang berjumlah tiga buah justru diembat. ’’Dalam hati sebenarnya saya sadar. Tapi, takutnya hanya perasaan saya saja. Saya khawatir kena semprot karena dianggap gampang menuduh,’’ tuturnya.

Dia baru meyakini jika dua emak-emak itu mengutil perhiasan setelah mengecek ulang gelang emas di etalase. Tak sampai hitungan menit, keduanya sudah kabur. Warga asal Desa Tempuran, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto ini berusaha mengejar.

Hanya saja usahanya gagal setelah kehilangan jejak. ’’Pelaku lari ke arah selatan. Kata tukang parkir tadi (kemarin, Red) ada dua ibu-ibu tergesa-gesa. Sepeda motornya di parkir di depan minimarket sekitar 20 meter dari sini,’’ tuturnya.

Akibatnya, sebuah gelang emas model keroncong seberat skitar 16 gram berhasil dibawa kabur. ’’Kerugiannya sekitar Rp 7,5 juta,’’ tandas Ary. Aksi dua pelaku terbilang cukup rapi.

Saat beraksi tak satupun dari karyawan toko menaruh curiga. Padahal, saat itu kondisi toko sedang sepi. ’’Kalau gendam kelihatannya bukan. Karena dia juga tidak pegang saya sama sekali.

Saya hanya dibuat bingung. Saat di sini mereka terus berbicara seakan memang untuk membuat saya lengah,’’ papar Ary. Bahkan, perbincangan dua perempuan ini di luar persoalan perhiasan emas.

Seperti kondisi cuaca hingga cara perawatan wajah. Dia menduga perbincangan itu sekadar agar dirinya terkecoh. Meski demikian, saat kedua pelaku melakukan aksinya, toko di Jalan Majapahit nomor 47 ini tak dilengkapi kamera dengan CCTV (closed circuit television).

Sosok kedua pelaku terekam kamera CCTV di teras toko perhiasan lainnya persis di sisi selatan Toko Gadjah. Namun, kamera intai itu hanya merekam saat kedua pelaku kabur.

Salah satu pelaku diketahui memakai kaus lengan tiga perempat warna ungu, celana hitam, sandal jepit, dan rambut panjang diikat.

Sementara pelaku lainnya lebih muda memakai jaket warna oranye, celana panjang hitam, rambut sebahu, tubuh tinggi besar, membawa tas selempang warna hitam, serta memakai sandal jepit warna putih.

’’Sepertinya mereka sudah sering ke sini. Karena wajahnya terlihat tak asing,’’ tambah kepala Toko Gajdah, Supartini, 50. Sejauh ini kasus pencurian tersebut belum dilaporkan ke kepolisian.

’’Saya belum mendapat petunjuk dari pimpinan. Jadi, belum berani melapor ke polisi,’’ ujaranya. Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Suharyono mengaku belum mendapatkan laporan dari korban.

’’Tapi, saya sudah meminta anggota datang ke tempat kejadian perkara untuk mengecek,’’ ungkapnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia