Minggu, 16 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Ratusan Calon Penghuni Rusunawa Kota Gigit Jari

16 November 2018, 18: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Sejumlah pekerja mengerjakan proyek rusunawa di Jalan Cinde Baru VIII, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Sejumlah pekerja mengerjakan proyek rusunawa di Jalan Cinde Baru VIII, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Pemkot Mojokerto segera melakukan penyeleksian terhadap calon penghuni di rumah susun sewa sederhana (rusunawa).

Tim verifikasi beranggotakan dari lintas sektor yang telah dibentuk akan menerapkan sistem scoring.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Mojokerto Mashudi mengungkapkan, dibentuknya tim verifikasi tersebut menyusul hampir rampungnya proyek senilai Rp 13 miliar itu.

Tujuannya, untuk melakukan penyeleksian terhadap ratusan calon penghuni di rusunawa. ”Minggu depan kita akan mengundang tim verifikasi. Dari semua pengajuan calon penghuni yang masuk nanti kita kerucutkan,” terangnya.

Diharapkan, setelah proses pembangunan yang ditargetkan selesai akhir tahun ini, jumlah penghuni telah ditetapkan. Dia mengatakan, jumlah pengajuan calon penghuni rusunawa cukup tinggi.

Sedikitnya ada 410 kepala keluarga (KK) yang telah tercatat dari seluruh kelurahan. Oleh karena itu, dipastikan ratusan usulan bakal tersisih. Mengingat, bangunan terdiri dari empat lantai itu hanya memiliki kapasitas 58 unit rumah susun tipe 36.

Oleh karena itu, tim verifikasi terdiri dari DPKP, Kejari, DPUPR, Bappeko, hingga kecamatan itu bakal melaukan penyeleksian. Sesuai kesepakatan, verifikasi itu dilakukan dengan menererapkan sistem scoring.

”Kita prioritaskan bagi yang paling membutuhkan,” paparnya. Pemberian skor tersebut terhadap calon penghuni berdasarkan sejumlah kriteria.

Antara lain bagi warga yang berdomisili di kota, warga yang selama ini bertempat tinggal di bantaran sungai maupun di bantaran rel kereta api. Selain itu, lansia yang belum memiliki tempat tinggal layak huni.

Setelah ditetapkan sebanyak 58 KK sebagai calon penghuni, DKPP akan membuat permohonan kepada pemerintah pusat untuk ditempati.

Mengingat, proyek di Jalan Cinde Baru VIII, Kecamatan Prajurit Kulon tersebut di bawah naungan Kementerian PUPR. ”Kalau sudah selesai 100 persen, kita akan mengajukan permohonan pengisian (penghuni),” imbuhnya.

Sebelumnya, Mashudi sudah berkonsultasi dengan PUPR. Hasilnya, sebelum ada serah terima aset dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah, para penghuni tidak boleh dipungut biaya sewa.

Mereka hanya berkewajiban untuk membayar iuran rutin bulanan. Seperti tagihan listrik, PDAM, maupun kebersihan. ” Hasil konsultasi kemarin seperti itu. Setelah ada serah terima, baru bisa menarik sewa,” pungkasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto proyek menyerap anggaran Rp 13,8 miliar itu kini menunjukkan progres signifikan. Seluruh bagian atap proyek yang dibangun sejak awal Mei lalu telah terpasang.

Para pekerja tinggal melakukan finishing di bagian dalam gedung. Gedung tepat berada di depan MAN 1 Kota Mojokerto itu ditargetkan rampung akhir tahun ini. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia