Minggu, 16 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Kartu Nikah Mirip ATM, Mampu Baca Status Calon Suami

16 November 2018, 02: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Surat nikah lama sebelumnya berbentuk buku saku, mulai tahun depan resmi berubah menyerupai kartu ATM.

Surat nikah lama sebelumnya berbentuk buku saku, mulai tahun depan resmi berubah menyerupai kartu ATM. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Pasca Kementerian Agama (Kemenag) pusat meluncurkan sistem informasi manajemen nikah (Simkah) dan kartu nikah, Kemenag Kabupaten Mojokerto langsung merespons positif.

Alasannya, upgrade sistem ini dinilai cukup relevan pada zaman ini. Yakni, memudahkan pencatatan pernikahan di Indonesia. Selain itu, untuk melindungi kaum perempuan.

”Tidak hanya melindungi perempuan saja, tapi juga laki-laki. Biar tidak zalim,’’ kata Kasi Bimas Kemenag Mojokerto Abdul Aziz.

Karena, menurut dia, data yang ada di Simkah tersebut langsung terintegrasi dengan e-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil). ”Iya kemarin, pihak pusat sudah bilang begitu juga,’’ tambahnya.

Mantan Kepala KUA Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep ini, menambahkan, Simkah bertujuan untuk menjaga dan melindungi pihak perempuan. Pasalnya, lanjut Aziz, sistem ini juga bisa digunakan memeriksa apakah calon suami sudah menikah atau belum.

’’Setahu kami ya tinggal dengan mengakses situs di resmi Kemenag www.simkah.kemenag.go.id. Di situ statusnya langsung kelihatan. Laki-laki yang curang kan tidak bisa mengelak lagi,’’ terangnya.

Terobosan ini tidak hanya untuk memudahkan, namun juga memberikan perlindungan bagi perempuan. Dengan demikian, kaum laki-laki yang sudah pernah menikah hingga beberapa kali bisa terdeteksi. ’’Itu nanti datanya terlihat sendiri,’’ tambahnya.

Tidak hanya meluncurkan Simkah. Kemenag pusat juga meluncurkan kartu nikah yang bentuknya menyerupai kartu ATM (anjungan tunai mandiri) dan KTP (kartu tanda penduduk). ’’Seperti ATM, tipis’’ paparnya.

Dengan diluncurkannya kartu tersebut, setiap warga dapat membawanya dengan mudah. ’’Lebih simpel dan tidak sulit,’’ jelasnya.

Lalu bagaimana dengan buku nikah lama, Aziz menyatakan, masih tetap digunakan atau berlaku. Tetapi isi dalam buku tersebut memiliki kesamaan data-data dengan kartu yang akan diluncurkan.

Sementara itu, sejauh ini, di Mojokerto sendiri, upgrade Simkah dan kartu nikah baru akan dilaksanakan pada awal tahun 2019 mendatang. '

Sebab, untuk sementara baru diberlakukan di kota-kota besar di Jatim. Seperti Surabaya dan Malang. ’’Untuk Mojokerto tahun 2019 pasti sudah jalan,’’ ujarnya. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia