Minggu, 16 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

SPP Siswa SMA/SMK Mulai Tahun 2019 Gratis

13 November 2018, 11: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Jawapos.com for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Mulai tahun depan, SMA/SMK di Kabupaten dan Kota Mojokerto bakal digratiskan. Pasalnya, Pemprov Jawa Timur (Jatim) akan menanggung sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) bagi lembaga negeri maupun swasta.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Mariyono menyebutkan, memang pemprov telah menyiapkan alokasi anggaran untuk program sekolah gratis bagi jenjang SMA/SMK.

Dana tersebut digunakan untuk meng-cover iuran rutin SPP siswa per bulan. ”SPP yang selama ini menjadi tanggung jawab orang tua, nanti akan diambil alih pemprov melalui APBD,” terangnya.

Namun, dia mengaku masih belum mendapatkan rincian kucuran anggaran yang diplot untuk wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto. Akan tetapi, pihaknya memastikan, bahwa program tersebut menyasar seluruh lembaga SMA/SMK negeri dan swasta.

Di samping itu, kata Mariyono, pagu anggaran yang didapat setiap daerah beragam. Mengingat, besaran SPP yang ditanggung pemrov mengacu pada Surat Edaran (SE) Gubernur nomor 120/101/2017 tentang SPP SMA dan SMK.

”Sampai sekarang SE itu yang menjadi pedoman,” paparnya. Sesuai SE, untuk Kabupaten Mojokerto besaran SPP SMAN dipatok Rp 85 ribu. Sementara SMKN nonteknik Rp 120 ribu dan SMKN teknik Rp 150 ribu per bulan.

Sementara SPP SMAN di wilayah Kota Mojokerto Rp 95 ribu, SMKN nonteknik Rp 135 ribu, SMKN teknik Rp 170 ribu per bulan. Selain besaran SPP, alokasi pembayaran juga akan disesuaikan jumlah siswa di masing-masing sekolah.

”Sebenarnya biaya SPP di sekolah tetap ada, tapi akan di-cover APBD sesuai jumlah siswa,” tandasnya. Menurut Mariyono program tersebut baru akan digulirkan tahun 2019 mendatang.

Berdasarkan data dari cabang dispendik, jumlah lembaga SMAN/SMKN di wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto sebanyak 24 sekolah. Sedangkan lembaga SMA/SMK swasta ada 84 unit.

Mantan kepala Cabang Dispendik Wilayah Bangkalan ini menambahkan, dengan program sekolah gratis tersebut tidak hanya membantu meringankan beban siswa, tetapi juga mempermudah sekolah mengatur perencanaan pembiayaan sekolah.

Sebab, selama ini tidak sedikit orang siswa yang menunggak untuk membayar iuran SPP. Sedangkan ke depan, pemprov bakal melakukan pembayaran melalui mekanisme transfer langsung melalui rekening sekolah setiap bulannya.

”Sementara informasi yang kami dapat seperti itu. Terkait hal yang sifatnya sangat teknis masih belum disampaikan lebih lanjut,” tandasnya.

Jika mengacu sesuai SE, masing-masing siswa jenjang SMA diperkirakan dijatah sekitar Rp 1 juta - Rp 1,1 juta per tahun. Sementara untuk jenjang SMK nonteknik berkisar Rp 1,4 juta - Rp 1,6 juta per siswa per tahun. Sedangkan SMK teknik mencapai Rp 1,8 juta hingga Rp 2 juta per siswa per tahun. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia