Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto
Hoax or Not

Beredar Video ’’Segar’’ Gadis Penjual Es Tebu

Jumat, 09 Nov 2018 17:13 | editor : Mochamad Chariris

Satpol PP Kota Mojokerto saat mengecek kebenaran seputar video syur dengan meminta keterangan kepada penjual es tebu di Jalan Raya Bypass Mojokerto.

Satpol PP Kota Mojokerto saat mengecek kebenaran seputar video syur dengan meminta keterangan kepada penjual es tebu di Jalan Raya Bypass Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Para netizen baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya video syur seorang perempuan penjual es tebu yang dengan sadar menunjukkan bagian perempuannya.

Belum diketahu pasti di mana lokasi video berdurasi 30 detik itu diambil. Namun, dalam video yang diunggah 1 November ini, pengunggah juga menulis caption (keterangan) seolah tempat pengambilan gambarnya di kawasan Jalan Raya Bypass Mojokerto.

Dengan judul berbeda, video ini diunggah dua kali. Masing-masing diberi judul parah penjual es tebu hot (Mertex Mojokerto) dan jual es tebu viral Mojokerto.

Video yang tengah menyebarluas di media sosial (medsos) ini bahkan sudah ratusan hingga ribuan netizen. Bahkan, di antaranya dengan sengaja mengunggah video.

Pasca beredarnya video tersebut, Kamis (8/11) Satpol PP Kota Mojokerto langsung melakukan razia di sepanjang jalan raya bypass. Razia ini sekaligus untuk mengkroscek dan menggali keterangan akan kebenaran video dan perempuan yang ada dalam video tersebut.

Satu per satu, penjual es tebu disisir dan dimintai keterangan. ’’Hasilnya nihil,’’ kata Kabid Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Mojokerto, Hatta Amrullah. Hasil razia di penjual es tebu kawasan bypass, petugas tidak menemukan penjual seperti yang berada dalam video tersebut.

Kata Hatta, dari analisa video, pihaknya memastikan lokasi pengambilan gambar melalui kamera smartphone tersebut juga tidak di Kota Mojokerto. ’’Dari isi video itu, tidak identik dengan Kota Mojokerto,’’ tegasnya.

Hal itu dibuktikan dari beberapa objek yang cukup asing. Mulai kepadatan arus lalu lintas dan titik tempat. Di mana, dalam video tersebut nampak angkutan umum luar daerah yang melintas.

Selain itu, nampak ada gedung besar menyerupai perkantoran. Padahal, di sepanjang jalan raya bypass tempat mangkal para penjual es tebu, tidak terdapat gedung perkantoran seperti dalam gambar video.  

’’Pokoknya, ada beberapa angkot, road sign, dan bangunan tidak identik dengan Kota mojokerto,’’ tandasnya. Meski demikian, pihaknya tak mau kecolongan. Pascva viralnya video yang tak sepatutnya diunggah di YouTube dengan caption penjual es tebu Mojokerto, secara persuasif satpol PP akan melakukan operasi.

Petugas juga aktif memberikan imbauan hingga peringatan pada penjual agar tak melakukan hal yang melanggar aturan. ’’Termasuk tidak berpakaian seksi. Agar citra yang ditimbulkan tidak negatif,’’ jelasnya.

Di lokasi, petugas juga menepikan lapak para pedagang es tebu yang dinilai membahayakan pedagang, pelanggan dan pengguna jalan. Dengan alasan terlalu masuk wilayah badan jalan.

’’Artinya, kalau saling memahami kan tidak ada yang di rugikan. Tidak ada yang disalahkan, mereka mencari rezeki juga aman dari ancaman bahaya,’’ paparnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia